Unmet Need merupakan kondisi pasangan usia subur yang ingin menunda atau menghentikan kehamilan tetapi tidak menggunakan metode kontrasepsi apapun. Angka Unmet Need di Indonesia pada tahun 2024 masih tergolong tinggi yaitu sebesar 11,1% dan belum mencapai target BKKBN sebesar 7,4%. Tingginya angka Unmet Need dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik internal maupun eksternal, diantaranya kurangnya dukungan suami dan belum optimalnya pelayanan keluarga berencana (KB). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan faktor dukungan suami dan pelayanan KB terhadap kejadian Unmet Need pada Pasangan Usia Subur (PUS) di Kelurahan Gemah Kecamatan Pedurungan Kota Semarang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 198 wanita usia subur dengan jumlah sampel sebanyak 66 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner, kemudian dianalisis menggunakan program SPSS dengan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan suami dengan kejadian Unmet Need dengan nilai p-value sebesar 0,016 (<0,05). Selain itu, terdapat hubungan yang signifikan antara pelayanan KB dengan kejadian Unmet Need dengan nilai p-value sebesar 0,003 (<0,05). Kesimpulan penelitian ini adalah dukungan suami dan pelayanan KB memiliki hubungan terhadap kejadian Unmet Need pada pasangan usia subur. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan keterlibatan suami dalam pengambilan keputusan penggunaan kontrasepsi serta optimalisasi pelayanan, konseling, dan pemberian informasi KB guna menurunkan angka Unmet Need di masyarakat. Kata Kunci: Dukungan suami, Pelayanan KB, Unmet Need, PUS.