Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

PENGEMBANGAN INTERVENSI MP-ASI DENGAN METODE DEMONSTRASI PADA KADER POSYANDU DI DESA BATUR KECAMATAN GETASAN KABUPATEN SEMARANG Noveri Aisyaroh; Is Susiloningtyas; Mubarok -
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2017: PROSIDING IMPLEMENTASI PENELITIAN PADA PENGABDIAN MENUJU MASYARAKAT MANDIRI BERKEMAJUAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (292.935 KB)

Abstract

Banyak faktor yang menyebabkan terjadinya kasus gizi buruk. Menurut UNICEF ada 2 penyebab langsung terjadinya gizi buruk, yaitu 1) kurangnya asupan gizi dari makanan. Hal ini disebabkan terbatasnya jumlah makanan yang dikonsumsi atau makanannya tidak memenuhi unsur gizi yang dibutuhkan karena alasan sosial dan ekonomi yaitu kemiskinan, 2) akibat adanya penyakit yang menyebabkan infeksi. Faktor utama yang memengaruhi tumbuh kembang bayi secara normal adalah asupan makanan yang kuantitas dan kualitasnya baik. Untuk mencapai tumbuh kembang bayi secara optimal, WHO/UNICEF menetapkan Global Strategy for Infant and Young Child Feeding. memberikan Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) yang cukup dan bermutu sejak bayi umur 6 bulan.Jumlah penduduk 6784 jiwa dengan jumlah bayi usia 0 11 bulan sebesar 1,08%. Desa Batur terdiri dari 19 Dukuh dimana masing-masing dukuh mempunyai 1 posyandu, saat ini jumlah kader sebanyak 97 orang. Penggerak 19 posyandu yang ada di Desa Batur adalah 2 bidan desa yang bertempat tinggal menetap. Permasalahan Desa Batur adalah cakupan ASI eksklusif yang masih rendah, masih banyak bayi yang berusia < 6 bulan sudah diberi makanan tambahan. Disamping itu juga, bayi mendapatkan makanan tambahan tidak sesuai dengan tahapan usianya.IbM ini bekerjasama dengan 2 mitra yaitu bidan desa Uci dan Dinna. Mitra adalah penanggung jawab 19 posyandu dan penggerak kader. Solusi yang ditawarkan bertujuan untuk mengoptimalkan mitra dalam menyampaikan informasi tentang MP-ASI sehingga pengetahuan masyarakat tentang MP-ASI menjadi baik yang diharapkan kasus gizi kurang menjadi tidak ada. Keluaran yang dihasilkan adalah penerapan IPTEK, peningkatan ketrampilan pembuatan MP-ASI dan buku panduan.Pelaksanaan kegiatan dengan penerapan/transfer IPTEK yang dilakukan secara langsung pada tanggal 22 Juni 2016 dengan sasaran kader yang berasal dari 19 Posyandu sejumlah 90 kader dan dihadiri oleh mitra, ahli gizi dari Puskesmas Getasan serta dari pihak Kelurahan dimana sebelumnya dilakukan koordinasi dengan mitra, kepala puskesmas serta kelurahan. Bentuk transfer IPTEK diawali dengan pre test dan di akhiri dengan post test, edukasi disampaikan dengan metode yang mudah dipahami yaitu memberikan materi tentang standar emas nutrisi bayi (WHO) dan penekanan pada MP-ASI lokal atau rumahan mulai 6 bulan dilanjutkan dengan demonstrasi pembuatannya kemudian semua peserta mencoba membuat secara langsung pada saat itu dengan peralatan yang telah diberikan oleh tim pengusul kepada masing-masing posyandu 1 paket peralatan pembuatan MP-ASI dan buku panduan sebagai pegangan kader.Tingkat pemahaman kader dari hasil pre test dan post test meningkat sebesar 1,45%, peserta mampu membuat MP-ASI sesuai yang diajarkan serta bisa menggunakan peralatan yang ada. Hal terpenting dari kegiatan ini adalah para kader akan mentransferkan atau mengajarkan kepada masyarakat secara langsung pada saat pelaksanaan posyandu setiap bulannya.Kata Kunci : MP-ASI, Kader, Ketrampilan membuat MP-ASI
EFEKTIVITAS PENYULUHAN KB IUD TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN PADA PASANGAN USIA SUBUR (PUS) Is Susiloningtyas; Endang Susilowati; Fitri Nur Shofa
JURNAL MEDIA KESEHATAN Vol 15 No 1 (2022): Jurnal Media Kesehatan Poltekkes Kemenkes Bengkulu Volume 15 No 1 Juni 2022
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33088/jmk.v15i1.753

Abstract

Problem: IUD family planning participants have increased in several countries. Nevertheless, there are still IUD KB acceptors who drop out, due to lack of knowledge about IUD KB so that acceptors are afraid to use it. One way that can be done to increase knowledge is by conducting counseling about IUD family planning using audiovisual media or leaflets. The Aim Of The Research: To determine the effectiveness of providing counseling to increase knowledge about IUD family planning in couples of childbearing age. Research Method: National and international literature is searched by means of electronic media using related keywords. The articles used are 5 national articles and 2 international articles. Each article concludes the effectiveness of providing IUD family planning counseling to the level of knowledge of EFA. The Results: counseling is effective in increasing mother's knowledge about IUD family planning. Conclusion: IUD family planning counseling is effective in increasing knowledge about IUD family planning. Keywords: Counseling, Knowledge level, Intra Uterine Device , EFA
Pandangan Pasangan Muslim terhadap Program Keluarga Berencana (KB) di Puskesmas: Studi Kualitatif Khuzaimah Adinda; Is Susiloningtyas; Machfudloh Machfudloh
Faletehan Health Journal Vol 10 No 01 (2023): Faletehan Health Journal, Maret 2023
Publisher : Universitas Faletehan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33746/fhj.v10i01.472

Abstract

Family planning is a program to help married couples avoid unwanted births, regulate desired pregnancies, and manage the distance of children births. One of the obstacles of family planning program is different view of spouse, especially Moslem couples. The research purpose was to know Moslem couples views on family planning program in public health center. The informants of this study amounted to 2 midwives and 5 Moslem couples who were selected by using purposive sampling technique. The data collection used in-depth interview technique. This study resulted three main themes, including: 1) knowledge of Moslem couples about family planning program, 2) basis of Moslem couples using family planning programs, and 3) family support to family planning program. The researcher concluded that most of informants in this study already knew about family planning program and agreed about the use of contraceptives for Muslim couples.
EFEKTIVITAS PENYULUHAN KB IUD DENGAN MEDIA VIDEO ANIMASI TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP PASANGAN USIA SUBUR (PUS) DI DESA PUCUNG KABUPATEN PEKALONGAN fitri nur shofa; Is Susiloningtyas; Endang Susilowati
JURNAL MEDIA KESEHATAN Vol 16 No 1 (2023): Jurnal Media Kesehatan Poltekkes Kemenkes Bengkulu Volume 16 No 1 Juni 2023
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33088/jmk.v16i1.906

Abstract

ABSTRACT Problems: The IUD is a long-term contraceptive method that has a very high effectiveness of 0.6-0.8 pregnancies of 100 women in the first year with 1 failure in 125 to 170 pregnancies. The aim of the research: Knowing the effectiveness of IUD family planning counseling with animated video media on increasing the knowledge and attitudes of Couples of Reproductive Age (PUS) in Pucung Village, Pekalongan Regency. Research methods: The design of this research is pre experiment with one group pretest-posttest. The number of samples used was 86 respondents in Pucung Village, Pekalongan Regency using the Purposive Sampling technique. The data analysis used was Univariate and Bivariate analysis using the Wilcoxon Test. Results: Counseling on IUD family planning with animated video media is effective in increasing the knowledge and attitudes of PUS mothers in Pucung Village, Pekalongan Regency. Asymp value. Sig 0.000p<0.05. Conclusion: Counseling on IUD family planning with animated video media is effective in increasing the knowledge and attitudes of PUS mothers in Pucung Village, Pekalongan Regency. Suggestion: It is hoped that the people of Pucung Village, Pekalongan Regency, will continue to provide information, either through individual or group counseling Keywords: Animation Video Media Counseling, KB IUD, PUS
Efek Samping Penggunaan Kontrasepsi Suntik : Literature Review: Side Effects of Using Injection Contraceptive : Literature Review Debi Silvia Rahma Diana; Is Susiloningtyas; Machfudloh
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 9 (2023): September 2023
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i9.3516

Abstract

Latar belakang: Kontrasepsi suntik adalah kontrasepsi yang paling diminati oleh pengguna KB. Cakupan akseptor KB tahun 2021 banyak memilih KB suntik yaitu sebesar 59,9%. KB suntik ini memiliki keefektivitasan 99% serta aman dan tidak mempengaruhi produksi ASI, tetapi kebanyakan dari pengguna KB Suntik tidak memahami dengan baik bagaimana efek samping dari penggunaan KB suntik tersebut. Tujuan: Mengkaji literatur mengenai efek samping yang dapat terjadi pada pengguna kontrasepsi suntik. Metode: Metode yang digunakan dalam penulisan ini yaitu literature review yang didapatkan dari database kesehatan seperti Elsevier, Pubmed, Indonesian Scientific Journal Database (ISTD) dan juga melalui website google scholar. Artikel yang dipilih 5 tahun terakhir (2017-2022) baik artikel nasional maupun internasional. Hasil: 10 artikel yang berasal dari 1 artikel Elsevier, 3 artikel dari Pubmed, 4 artikel dari ISTD, dan 2 artikel dari google scholar yang membahas tentang efek samping pengguna KB suntik. Kesimpulan: Kesimpulan yang didapat adalah adanya efek samping yang terjadi pada pengguna KB Suntik yaitu gangguan haid yaitu amenorrhea, spotting dan kenaikan berat badan, oleh karena itu, tenaga kesehatan terkhususnya bidan diharapkan lebih meningkatkan konseling mengenai penggunaan dan efek samping dari alat kontrasepsi.
Gambaran Perilaku Seksual Beresiko Pada Remaja Pranikah Di SMA Negeri 10 Semarang Sari, Annisa Fatika; Machfudloh; Is Susiloningtyas
Journal of Midwifery and Health Science of Sultan Agung Vol. 4 No. 1 (2025): JMHSA
Publisher : Sultan Agung Islamic University of Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Perilaku seksual beresiko didefinisikan sebagai aktivitas seksual yang dapat membuat seseorang rentan terhadap resiko infeksi menular seksual dan kehamilan tidak direncanakan, Menurut WHO di dunia diperkirakan 15 juta remaja hamil setiap tahunnya, 60% diantaranya hamil di luar nikah. Sementara di Indonesia diperkirakan terdapat sekitar 1 juta remaja yang mengalamim kehamilan sebelum pernikahan, dengan laporan 52% dari remaja tersebut melakukan aborsi. Selain itu, sekitar 3,1% remaja berusia 15-18 tahun yang mengidap HIV/AIDS. Tujuan: Untuk menggambarkan perilaku seksual beresiko pada remaja pranikah berdasarkan pengetahuan, sikap, dan tindakan. Metode: penelitian ini menggunakan metode deskritif kuantitatif dengan pendekanan cross sectional study, menggunakan teknik sampling yaitu purposive samping, sampel pada penelitian ini adalah 78 responden sesuai denga kriteria inklusi, dan Instrumen pengumpulan data menggunakan kuesioner. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan deskritif statistik. Hasil : mayoritas pengetahuan remaja mengenai perilaku seksual beresiko dalam kategori tinggi sebesar (52,6%), mayoritas sikap remaja mengenai perilaku seksual beresiko dalam kategori positif sebesar (51,3%), mayoritas tindakan remaja mengenai perilaku seksual dalam kategori beresiko sebesar (53,8%).
Faktor Yang Memepengaruhi Pemilihan Kontrasepsi Suntik Is Susiloningtyas; Devita Putri Cahyani; Machfudloh, Machfudloh
Jurnal Ilmu Psikologi dan Kesehatan | E-ISSN : 3063-1467 Vol. 1 No. 3 (2024): Oktober - Desember
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk melakukan riview pada literatur mengenai faktor yang dapat mempengaruhi dalam pemilihan penggunaan kontrasepsi suntik. Dengan Literatur Review dengan menggunakan dua database dalam mencari sumber literatur yaitu PubMed dan Google Schoolar. Pencarian literatur menggunakan kata kunci “faktor yang mempengaruhi penggunaan kb suntik”, “hubungan pengetahuan dan dukungan suami terhadap penggunaan kb suntik”, “hubungan ekonomi dengan penggunaan kb suntik” “kb suntik” dan “hubungan usia akseptor dengan penggunaan kb suntik”. Setelah dilakukan screening dari dua database ditemukan 6 artikel yang sesuai dengan pembahasan pada literatur rerview dengan menjelaskan berbagai macam faktor yang mempengaruhi penggunaan kontrasepsi suntik. kesimpulkan yang didapat bahwa faktor yang mempengaruhi pemilihan penggunaan kontrasepsi suntik sangat beragam seperti pengetahuan, pendidikan, umur, media informasi, ketersediaan alat kontrasepsi , peran petugas kesehatan, dukungan suami,paritas, peran pengambilan keputusan alasan pemilihan,rekomendasi pengguna lain, rendahnya kejadian lupa, jarak pemberian yang relatif lama, efek samping yang tidak terlalu membahayakan dan mudah digunakan merupakan alasan akseptor memilih kontrasepsi suntik sebagai alat kontrasepsi karena lebih efektif dalam mencegah kehamilan.
Gambaran Pengetahuan Akseptor KB Tentang IUD di Kelurahan Genuk Sari Wulandari, Ade Fortuna; Is Susiloningtyas; Hanifatur Rosyidah
Journal of Midwifery and Health Science of Sultan Agung Vol. 3 No. 1 (2024): JMHSA
Publisher : Sultan Agung Islamic University of Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keluarga Berencana atau KB merupakan salah satu usaha dalam mencapai kesejahteraan dan sebagai tindakan untuk membantu individu atau pasangan suami istri dalam mencegah kelahiran yang tidak dinginkan, mendapatkan kelahiran yang memang diinginkan, atau memutuskan jumlah dan jarak dalam kelahiran. Menurut Badan Pusat Statistik1 tahun 2020 pasangan usia subur yang menggunakan KB sebanyak 55%. Capaian prevalensi Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) secara Nasional pada 2022, sebesar 22,6% dari target 28% pada tahun 2024. Prevalensi pemakaian MKJP menurut data baseline SDKI tahun 2012 sebesar 18,3%, dilihat dari hasil survei capaian tahun 2016 sudah mengalami peningkatan yaitu 21,6% akan tetapi pada tahun 2019 mengalami penurunan menjadi 21,39% menurut Susenas, sementara target pencapaian pada tahun 2024 yaitu sebesar 28,39%.2 Tujuan pada penelitian ini untuk mendeskripsikan pengetahuan akseptor KB tentang IUD di Kelurahan Genuk Sari Kota Semarang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kuantitatif dengan rancangan deskriptif, dengan 42 akseptor KB di Kelurahan Genuk Sari. Hasil didapatkan bahwa mayoritas responden memiliki pengetahuan kurang dengan jumlah 34 (81.0%) dan 8 (19.0%) berpengetahuan baik. Dapat disimpulkan bahwa untuk mendeskripsikan pengetahuan akseptor KB tentang IUD di Kelurahan Genuk Sari Kota Semarang.