Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

THE PARADIGM OF ISLAMIC VALUE-BASED SOCIAL COMMUNITY COUNSELING IN ADDRESSING PSYCHOSOCIAL PROBLEMS Nunik Nurhozanah; Aep Kusnawan; Sugandi Miharja
Al-Tazkiah Jurnal Bimbingan dan Konseling Islam Vol. 15 No. 1 (2026): Islamic Values in Guidance and Counseling for Mental Health and Psychosocial R
Publisher : Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/altazkiah.v15i1.14040

Abstract

Contemporary psychosocial problems have become increasingly complex due to social change, economic pressure, disruptions in social relationships, and the weakening of spiritual sources of meaning in collective life. Global data indicate that nearly one in seven people lived with a mental disorder in 2021, while national data show that the prevalence of depression among people aged 15 years and older reached 1.4%, with the 15-24 age group having the highest prevalence. This article aims to formulate a paradigm for Islamic value-based social community counseling to address psychosocial problems. This study employs qualitative library research, using thematic analysis and a conceptual synthesis of the literature on community counseling, Islamic guidance and counseling, community psychology, mental health, and recent empirical data. The findings indicate that the Islamic community counseling paradigm is constructed through the integration of tawhid, ukhuwah, social justice, maslahah, amanah, shura, and ta'awun with the principles of participation, empowerment, advocacy, prevention, and community evaluation. The contribution of this study lies in the formulation of a conceptual-operational model that positions counselors as facilitators, educators, mediators, advocates, social network mobilizers, and value guardians. The article recommends developing community counseling programs within mosques, religious social institutions, families, schools, and through cross-sector collaboration, and testing them using psychological, social, spiritual, and structural indicators.
Konseling Islam dengan Teknik Tazkiyatun Nafs untuk Mengurangi Problematika dalam Hubungan Long Distance Marriage (LDM): Penelitian di KUA Limbangan Kabupaten Garut: Penelitian Nunik Nurhozanah; Zamzam Siti Nurjamilah; Tita Tristiyani Eka Wardhani; Fatimah Haiatul Maknun Al Jamilah; Via Amalia; Isep Zaenal Arifin
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.6876

Abstract

Long Distance Marriage (LDM) merupakan fenomena keluarga modern yang semakin banyak ditemukan seiring meningkatnya mobilitas sosial, tuntutan pekerjaan, pendidikan, dan faktor ekonomi. Kondisi ini mengharuskan pasangan suami istri menjalani kehidupan rumah tangga secara terpisah dalam jangka waktu tertentu, sehingga menghadirkan tantangan dalam menjaga komunikasi, kepercayaan, keintiman emosional, serta pelaksanaan peran keluarga. Maka diperlukan sebuah penelitian yang bertujuan untuk mendeskripsikan problematika pasangan LDM, menganalisis penerapan teknik tazkiyatun nafs dalam konseling Islam, serta proses konseling keluarga di KUA Limbangan Kabupaten Garut. Penelitian menggunakan teori konseling Islam dan tazkiyatun nafs yang meliputi muhasabah, dzikir, muraqabah, dan taubat. Metode yang digunakan adalah penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif deskriptif melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap dua penyuluh agama, satu konselor KUA/BP4, dan delapan pasangan LDM. Sehingga hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan teknik tazkiyatun nafs mampu meningkatkan pengendalian emosi, mengurangi prasangka, memperkuat kepercayaan, dan memperbaiki komunikasi pasangan.