Urgensi penelitian ini didasarkan pada masih adanya inkonsistensi temuan empiris mengenai pengaruh toxic workplace environment, beban kerja, dan work-life balance terhadap turnover intention, serta terbatasnya bukti empiris pada sektor ritel lokal, sehingga diperlukan penelitian untuk memperkuat validitas teoritis dan memperluas generalisasi temuan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh toxic workplace environment, beban kerja, dan work-life balance terhadap niat berhenti kerja (turnover intention) pada sales promotion girl (SPG) di Toserba Putra Rahayu Karanganyar. Penelitian ini menggunakan data kuantitatif yang diperoleh dari tanggapan responden yang diukur dengan skala Likert. Sumber data dalam penelitian ini adalah data primer yang dikumpulkan melalui kuesioner. Populasi dalam penelitian ini terdiri dari 89 pegawai yang bekerja di Toserba Putra Rahayu Karanganyar, dengan sampel yang dipilih sebanyak 36 pegawai SPG. Metode analisis data yang digunakan meliputi analisis deskriptif, uji instrumen penelitian, uji asumsi klasik, uji t, uji F, dan uji koefisien determinasi (R²). Hasil penelitian menunjukkan bahwa toxic workplace environment (X1) tidak berpengaruh signifikan terhadap niat berhenti kerja (turnover intention) pada sales promotion girl (SPG) di Toserba Putra Rahayu Karanganyar. Beban kerja (X2) berpengaruh signifikan terhadap niat berhenti kerja (turnover intention). Work-life balance (X3) juga berpengaruh signifikan terhadap turnover intention. Hasil uji F menunjukkan tingkat signifikansi 0,000 yang mengindikasikan bahwa model layak digunakan untuk memprediksi pengaruh toxic workplace environment, beban kerja, dan work-life balance terhadap turnover intention. Koefisien determinasi (R²) sebesar 0,815 yang berarti bahwa 81,5% variasi turnover intention dapat dijelaskan oleh variabel independen.