Ayu Azlina
Universitas Negeri Surabaya

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PEMANFAATAN WISATA BAHARI LAMONGAN SEBAGAI LABORATORIUM PEMBELAJARAN IPS Ayu Azlina; Muhammad Ilyas Marzuqi
Jurnal Dialektika Pendidikan IPS Vol. 6 No. 2 (2026): issue
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan IPS, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan Wisata Bahari Lamongan (WBL) sebagai laboratorium pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa WBL memiliki potensi besar sebagai sumber belajar kontekstual karena menghadirkan fenomena sosial, ekonomi, dan geografis yang nyata yang dapat diamati secara langsung oleh peserta didik. Keberadaan WBL juga memberikan dampak terhadap peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat di Kecamatan Paciran, seperti meningkatnya pendapatan, terbukanya lapangan pekerjaan, serta berkembangnya sektor usaha masyarakat, meskipun dampaknya belum merata. Selain itu, pemanfaatan WBL sebagai laboratorium pembelajaran relevan dengan pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) serta Kurikulum Merdeka yang menekankan pembelajaran berbasis pengalaman. Dengan demikian, WBL dapat digunakan sebagai media pembelajaran IPS yang efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep, keterampilan berpikir kritis, serta kemampuan analisis peserta didik terhadap fenomena sosial di lingkungan sekitarnya. Kata Kunci: Ilmu Pengetahuan Sosial, laboratorium pembelajaran, wisata edukasi, CTL Abstract This study aims to analyze the utilization of Wisata Bahari Lamongan (WBL) as a social studies learning laboratory. This research uses a descriptive qualitative approach with data collection techniques including observation, interviews, and documentation. The results show that WBL has great potential as a contextual learning resource because it presents real social, economic, and geographical phenomena that can be directly observed by students. The existence of WBL also contributes to the improvement of economic activities in the Paciran community, such as increasing income, creating job opportunities, and developing local businesses, although the impact is not evenly distributed. In addition, the use of WBL as a learning laboratory is relevant to the Contextual Teaching and Learning (CTL) approach and the Merdeka Curriculum, which emphasize experiential learning. Therefore, WBL can be used as an effective learning medium to improve students' conceptual understanding, critical thinking skills, and analytical abilities toward social phenomena in their environment Keywords: social studies, learning laboratory, educational tourism, CTL