Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Rasionalitas Dan Kesejahteraan: Peran Motivasi Dalam Konsumsi Yang Bertanggung Jawab Sirojul Munawwar; Anton Bawono
ISTIKHLAF: Jurnal Ekonomi, Perbankan dan Manajemen Syariah Vol. 8 No. 1 (2026): (Maret 2026)
Publisher : Institut Agama Islam Yasni Bungo Jambi, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51311/istikhlaf.v8i1.1537

Abstract

This study aims to analyze the role of motivation in shaping responsible consumption behavior through the perspectives of rationality and welfare in Islamic economics. The study is motivated by the increasing tendency of consumerist behavior in society, where consumption decisions are often driven by desires rather than actual needs. Therefore, a deeper understanding of rationality and motivation based on Islamic principles is required. This research employs a qualitative approach using the library research method. Data were collected from various secondary sources, including academic journals, books, research reports, and other relevant scholarly publications. The data were analyzed through systematic processes of collection, review, and interpretation to gain a comprehensive understanding of rationality, motivation, and responsible consumption in Islamic economics. The findings reveal that rationality in Islamic economics is not merely oriented toward individual interests and utility maximization but also considers social welfare, adherence to Islamic law, and well-being in both worldly and eternal life. Consumption motivation in Islam should be based on the fulfillment of genuine needs, guided by the principles of halal and tayyib, while avoiding excessive consumption (israf) and wastefulness (tabdzir). Responsible consumption can be implemented through the adoption of a halal lifestyle, avoidance of prohibited practices such as maysir (gambling), gharar (uncertainty), and riba (usury), as well as balancing personal consumption with social responsibility through charity and acts of benevolence. Therefore, rationality and motivation serve as essential foundations for promoting responsible consumption behavior and achieving falah, or holistic well-being. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran motivasi dalam membentuk perilaku konsumsi yang bertanggung jawab melalui perspektif rasionalitas dan kesejahteraan dalam ekonomi Islam. Kajian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya kecenderungan perilaku konsumtif masyarakat yang sering kali didasarkan pada keinginan daripada kebutuhan, sehingga diperlukan pemahaman mengenai konsep rasionalitas dan motivasi yang sesuai dengan prinsip syariah. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research). Data diperoleh dari berbagai sumber sekunder berupa jurnal ilmiah, buku, laporan penelitian, dan sumber akademik lainnya yang relevan dengan tema penelitian. Analisis dilakukan melalui proses pengumpulan, pengkajian, dan interpretasi data secara sistematis untuk memperoleh pemahaman yang komprehensif mengenai konsep rasionalitas, motivasi, dan konsumsi yang bertanggung jawab dalam ekonomi Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rasionalitas dalam ekonomi Islam tidak hanya berorientasi pada kepentingan individu dan maksimalisasi kepuasan, tetapi juga mempertimbangkan kemaslahatan sosial, kepatuhan terhadap syariat, dan kesejahteraan dunia serta akhirat. Motivasi konsumsi yang sesuai dengan prinsip Islam harus didasarkan pada pemenuhan kebutuhan yang nyata, berlandaskan prinsip halal dan thayyib, serta menghindari perilaku israf dan tabdzir. Implementasi konsumsi yang bertanggung jawab dapat diwujudkan melalui penerapan gaya hidup halal, menghindari praktik yang mengandung unsur maysir, gharar, dan riba, serta menyeimbangkan aktivitas konsumsi dengan kepedulian sosial melalui sedekah dan berbagi kebaikan. Dengan demikian, rasionalitas dan motivasi menjadi fondasi penting dalam mewujudkan perilaku konsumsi yang bertanggung jawab dan berorientasi pada tercapainya falah atau kesejahteraan yang menyeluruh.
Sinergi Amanah dan Tawakal dalam Ketahanan Bisnis Zero-Supervision: Reflesksi Kritis Teori Agensi dan Homo Economicus Risno Ibrahim; Anton Bawono; Wahyu Wibowo
AKUA: Jurnal Akuntansi dan Keuangan Vol. 5 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Penelitian Pengabdian Algero

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54259/akua.v5i1.6497

Abstract

This research examines the business phenomenon of a Zero-Supervision canteen at UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, which remarkably survives despite operating without formal supervision and facing daily financial losses. The research aims to analyze the synergy between Amanah (trustworthiness) and Tawakal (spiritual reliance) in sustaining business resilience (value resilience), while critically reflecting on Agency Theory and the Homo Economicus assumption. Using a qualitative single case study approach, data were collected through in-depth interviews with 13 informants—students and the canteen owner—and supported by direct observation. The findings reveal that Amanah, driven by spiritual accountability, functions as an internal control mechanism that substitutes formal supervision and significantly reduces agency costs, approaching zero-agency cost. Meanwhile, Tawakal serves as a spiritually grounded risk management strategy that enables the business owner to tolerate uncertainty and financial losses without jeopardizing business continuity. The synergy of these values forms a holistic resilience model that extends beyond financial metrics to encompass ethical, social, and spiritual dimensions. This study provides empirical evidence that spiritual capital plays a fundamental role in sustaining micro-businesses and offers a critical challenge to conventional economic models rooted solely in rational self-interest.