Allan Pramudita
Universitas Persatuan Islam

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Indeks Keanekaragaman Plankton dan Bentos Sebagai Bioindikator Lingkungan Perairan di Sungai Barito, Kalimantan Selatan Allan Pramudita; Gunawan Ismail
Trends Research of Environmental Studies Vol. 2 No. 1 (2026): Trends Research of Environmental Studies, June 2026
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70716/tres.v2i1.705

Abstract

Sungai Barito di Kalimantan Selatan merupakan jalur perairan vital yang menopang kehidupan masyarakat setempat, namun saat ini menghadapi tekanan yang semakin meningkat akibat aktivitas antropogenik, sehingga diperlukan penilaian terhadap kondisi kesehatan ekologisnya. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan tingkat keanekaragaman dan stabilitas komunitas plankton serta bentos sebagai bioindikator utama pada empat stasiun pengamatan di wilayah sungai. Penelitian menggunakan desain kuantitatif deskriptif dengan pengumpulan data primer melalui pengambilan sampel langsung di lapangan menggunakan jaring plankton standar dan alat pengambil sampel bentik. Komposisi, kelimpahan, dan distribusi organisme dianalisis menggunakan Indeks Keanekaragaman Shannon–Wiener (H’) dan Indeks Dominansi Simpson (D’). Hasil analisis mengidentifikasi 49 spesies fitoplankton, 20 spesies zooplankton, dan 3 spesies bentos. Temuan utama menunjukkan bahwa nilai total Indeks Keanekaragaman Shannon–Wiener (H’) pada seluruh stasiun berkisar antara 1,172 hingga 2,864, yang mengindikasikan kualitas perairan sungai tergolong tercemar sedang dengan stabilitas komunitas biotik pada tingkat sedang. Sementara itu, nilai Indeks Dominansi Simpson (D’) berkisar antara 0,362 hingga 0,884, yang menunjukkan tidak adanya dominansi spesies tunggal sehingga komunitas organisme masih relatif seimbang meskipun berada dalam kondisi tertekan. Hasil tersebut menegaskan bahwa beban pencemaran yang berasal dari aktivitas masyarakat dan industri telah terjadi, namun sungai masih memiliki kapasitas sedang dalam menampung beban pencemaran tersebut. Temuan ini menegaskan pentingnya pemantauan rutin oleh pemerintah serta pengelolaan yang proaktif guna mencegah peningkatan tingkat pencemaran yang dapat mengganggu daya dukung dan kapasitas asimilasi sungai, sehingga keberlanjutan ekosistem Sungai Barito dapat tetap terjaga dalam jangka panjang
West Java Governor Regulation on Land Use Change in Relevance to Environment and Disaster Risk Allan Pramudita
Infonomics Vol. 1 No. 1 (2025): Infonomics
Publisher : Universitas Persatuan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65483/infonomics.v1i1.164

Abstract

The governor plays a strategic role in provincial governance, particularly in formulating development policies, managing spatial planning, and maintaining political stability. This study aims to evaluate the alignment of Governor Regulation No. 11 of 2025 concerning land-use conversion with the environmental and socio-economic conditions of West Java. Using a literature review approach, the study highlights a significant increase in critical land from 160,382 hectares in 2006 to 829,556 hectares in 2022 indicating degradation in land productivity and hydrological function. The Land Cover Quality Index (IKTL) from 2015 to 2022 reflects a continuous decline in land cover quality. Unsustainable human land-use activities have heightened disaster risks. In 2024, flood-prone areas reached 767,354 hectares, potentially affecting 14.5 million people, with physical and economic losses estimated at IDR 59.31 trillion and IDR 40.89 trillion, respectively. Landslides threaten 1.6 million hectares and 5 million people, while drought affects over 3.5 million hectares and 47 million residents, with significant economic impacts. The governor’s policy framework includes control, rehabilitation, and land-use reversals support sustainable development by integrating environmental, social, and economic considerations