Muhammad Lathoif Ghozali lathoif
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Penguatan Tata Kelola Islamic Social Finance melalui Kerangka Maqasid al-Shariah yang Terintegrasi TRI NADHIROTUR ROIFAH; Muhammad Lathoif Ghozali lathoif
JOURNAL OF SHARIA ECONOMICS Vol. 8 No. 1 (2026): Journal of Sharia Economics
Publisher : Program Studi Ekonomi Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Universitas Al Hikmah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35896/jaahgf14

Abstract

Keuangan Sosial Islam (Islamic Social Finance/ISF), yang mencakup instrumen seperti zakat, wakaf, sedekah, dan berbagai bentuk filantropi Islam lainnya, memiliki peran strategis dalam mewujudkan keadilan sosial-ekonomi, pengentasan kemiskinan, serta pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan. Meskipun memiliki potensi yang besar, pengelolaan lembaga ISF di berbagai negara masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama terkait dengan lemahnya tata kelola kelembagaan, rendahnya transparansi dan akuntabilitas, keterbatasan koordinasi antar lembaga, serta belum optimalnya integrasi dengan perkembangan teknologi dan sistem keuangan modern. Kondisi tersebut berimplikasi pada belum maksimalnya efektivitas penghimpunan, pengelolaan, dan pendistribusian dana sosial Islam dalam memberikan dampak sosial yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk memperkuat manajemen dan tata kelola ISF melalui pengembangan kerangka konseptual yang terintegrasi berbasis Maqasid al-Shariah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif konseptual dengan melakukan kajian kritis terhadap literatur, model tata kelola yang telah berkembang, serta berbagai praktik kelembagaan ISF. Analisis difokuskan pada identifikasi kesenjangan dalam aspek akuntabilitas, efektivitas kelembagaan, kepercayaan pemangku kepentingan, dan orientasi dampak sosial. Kerangka yang diusulkan mengintegrasikan dimensi utama tata kelola, yaitu kepatuhan syariah, transparansi, akuntabilitas, profesionalisme kelembagaan, partisipasi pemangku kepentingan, dan inovasi digital dalam perspektif Maqasid al-Shariah yang menekankan perlindungan terhadap agama (hifz al-din), jiwa (hifz al-nafs), akal (hifz al-'aql), keturunan (hifz al-nasl), dan harta (hifz al-mal). Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi prinsip Maqasid al-Shariahdalam tata kelola ISF mampu meningkatkan kredibilitas lembaga, memperkuat kepercayaan publik, mengoptimalkan efisiensi alokasi sumber daya, serta memperluas dampak sosial-ekonomi secara berkelanjutan. Penelitian ini memberikan kontribusi teoritis berupa model tata kelola yang holistik sekaligus menawarkan implikasi praktis bagi pembuat kebijakan, regulator, dan pengelola lembaga ISF dalam mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan.