Muhammad Rifqi
Departemen Sumberdaya Akuatik, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Jl. Prof Jacub Rais, Tembalang, Semarang, Jawa Tengah-50275

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Hubungan Tekstur Sedimen dan Kandungan Bahan Organik di Perairan Pulau Gede dan Sekitarnya, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah Muhammad Rifqi; Diah Ayuningrum; Pujiono Wahyu Purnomo
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 13, No 1 (2026): MAQUARES
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/marj.v13i1.52849

Abstract

Keindahan Pantai Pasir Putih Pulau Gede, Rembang, tidak hanya terletak pada warna pasir yang khas, tetapi juga pada kompleksitas proses biogeokimia yang terjadi di dalamnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tekstur sedimen, menganalisis kandungan bahan organik, serta hubungan keduanya. Sampel sedimen diambil dari 9 stasiun pada kedalaman 0-5 meter di sepanjang garis pantai di Pulau Gede dan sekitarnya pada Juli 2023. Metode yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Analisis tekstur sedimen dilakukan dengan metode pipet sedimen, sedangkan kandungan bahan organik diukur dengan metode loss on ignit. Hasil penelitian menunjukkan dominasi fraksi tanah liat di sebagian besar stasiun, terutama di daerah yang dekat dengan muara sungai. Terdapat korelasi positif yang signifikan antara persentase fraksi tanah liat dan kandungan bahan organik (r = 0,85, p < 0,01). Analisis regresi menunjukkan bahwa jarak dari muara sungai merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap distribusi tekstur sedimen dan kandungan bahan organik. Sedimen yang lebih halus dan kaya akan bahan organik ditemukan di dekat muara sungai, menunjukkan pentingnya input bahan organik dari darat. Temuan ini memiliki implikasi penting bagi pengelolaan lingkungan pesisir Pulau Gede, terutama dalam hal perlindungan habitat bentik dan pengendalian polusi. Penelitian lebih lanjut disarankan untuk mengkaji dinamika sedimen musiman dan pengaruh perubahan iklim terhadap ekosistem pesisir.