Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Influence of machining parameters on cutting performance and wear mechanisms of coated carbide tools Fransnazoan Sitorus; Naqasya Asyrori Sidabutar; Sumawijaya Suyatno; Ulfani Ikhwana Purba; Derlini Derlini
Jurnal Polimesin Vol 24, No 3 (2026): June
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jpl.v24i3.8964

Abstract

In coated carbide cutting tools, the coating layer functions as a solid lubricant that improves wear resistance and minimizes frictional and thermal effects during machining. This study investigates the influence of machining parameters on cutting performance and characterizes the coating material and WC/Co carbide substrate to better understand their relationship with tool wear behavior. The machining parameters were established through an experimental design that evaluated mechanical loading, thermal loading, and chemical interactions using microstructural analysis. The experimental design evaluated the effects of mechanical loading, thermal loading, and chemical interactions through wear and microstructural analysis. Under mechanical loading, machining of Al-6061 produced mild abrasive wear with flank wear (VB) of 0.07 mm, while AISI 1070 generated higher edge wear of 0.25 mm. Under thermal loading, a 20% increase in cutting speed resulted in VB of 0.10 mm for Al-6061, whereas a 20% reduction in cutting speed for AISI 1070 produced VB of 0.16 mm accompanied by plastic deformation. Chemical interaction analysis showed stable coating integrity without delamination during Al-6061 machining. In contrast, AISI 1070 machining caused partial diamond film loss and substrate exposure, with approximately 35% diamond film remaining after wear progression. The results indicate that tool wear behavior is mainly controlled by mechanical loading, while thermal and chemical effects remain secondary. Abrasive wear was identified as the dominant wear mechanism, causing progressive coating removal without catastrophic delamination.
Digitalisasi Perekaman Data Alat Uji Tensil Berbasis Pengukur Regangan dan Mikrokontroler Manan Ginting; Ulfani Ikhwana Purba; Ratih Paramitha; Herry Darmadi; Darry Christine Silowaty Purba; Maulidna Maulidna; Naqasya Asyrori Sidabutar; Sindi Wahyuni; Iqbal Huseini; Muhammad Vandi
Jurnal Ilmiah Teknik dan Sains (JITS) Vol. 4 No. 1 (2026): Agustus: Jurnal Ilmiah Teknik dan Sains (JITS)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat AKIPBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62278/jits.v4i1.151

Abstract

Pengukuran kekuatan tarik material merupakan bagian penting dalam rekayasa teknik untuk mengetahui sifat mekanik bahan, namun banyak mesin uji tarik skala laboratorium masih menggunakan pembacaan analog yang rawan kesalahan pembacaan (human error) dan tidak menyediakan rekam data digital secara otomatis. Penelitian ini bertujuan merancang dan menguji coba kinerja sistem perekaman data digital pada alat uji tarik menggunakan sensor strain gauge sebagai transduser gaya dan mikrokontroler sebagai unit akuisisi data. Metode penelitian meliputi perancangan sistem akuisisi data berbasis jembatan Wheatstone, modul penguat sinyal HX711, dan mikrokontroler, yang kemudian diuji coba pada lima kondisi spesimen baja karbon (satu spesimen per kondisi), yaitu tanpa perlakuan panas (original), quenching, normalizing, annealing, dan tempering. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem mampu merekam seluruh proses pembebanan secara otomatis dan real time, mulai dari awal pembebanan hingga spesimen patah, serta menghasilkan pola respons sinyal yang berbeda dan konsisten antar kondisi spesimen, dengan nilai puncak bacaan sensor tertinggi pada spesimen quenching (5.122 ADC count), diikuti normalizing (3.211), tempering (2.855), original (2.794), dan terendah pada annealing (2.236). Urutan nilai puncak tersebut secara kualitatif sejalan dengan teori metalurgi mengenai pengaruh perlakuan panas terhadap kekuatan baja karbon. Kalibrasi sensor yang dilakukan pada tahap ini masih berupa kalibrasi dua titik (zero dan satu beban acuan) tanpa kurva regresi multi-titik, dan pengujian belum direplikasi dengan beberapa spesimen per kondisi, sehingga hasil penelitian ini bersifat kualitatif-komparatif sebagai pembuktian konsep (proof of concept), sedangkan validasi kuantitatif sistem sebagai instrumen pengukuran memerlukan kalibrasi multi-titik dan pembandingan terhadap instrumen acuan pada penelitian lanjutan.