Pengukuran kekuatan tarik material merupakan bagian penting dalam rekayasa teknik untuk mengetahui sifat mekanik bahan, namun banyak mesin uji tarik skala laboratorium masih menggunakan pembacaan analog yang rawan kesalahan pembacaan (human error) dan tidak menyediakan rekam data digital secara otomatis. Penelitian ini bertujuan merancang dan menguji coba kinerja sistem perekaman data digital pada alat uji tarik menggunakan sensor strain gauge sebagai transduser gaya dan mikrokontroler sebagai unit akuisisi data. Metode penelitian meliputi perancangan sistem akuisisi data berbasis jembatan Wheatstone, modul penguat sinyal HX711, dan mikrokontroler, yang kemudian diuji coba pada lima kondisi spesimen baja karbon (satu spesimen per kondisi), yaitu tanpa perlakuan panas (original), quenching, normalizing, annealing, dan tempering. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem mampu merekam seluruh proses pembebanan secara otomatis dan real time, mulai dari awal pembebanan hingga spesimen patah, serta menghasilkan pola respons sinyal yang berbeda dan konsisten antar kondisi spesimen, dengan nilai puncak bacaan sensor tertinggi pada spesimen quenching (5.122 ADC count), diikuti normalizing (3.211), tempering (2.855), original (2.794), dan terendah pada annealing (2.236). Urutan nilai puncak tersebut secara kualitatif sejalan dengan teori metalurgi mengenai pengaruh perlakuan panas terhadap kekuatan baja karbon. Kalibrasi sensor yang dilakukan pada tahap ini masih berupa kalibrasi dua titik (zero dan satu beban acuan) tanpa kurva regresi multi-titik, dan pengujian belum direplikasi dengan beberapa spesimen per kondisi, sehingga hasil penelitian ini bersifat kualitatif-komparatif sebagai pembuktian konsep (proof of concept), sedangkan validasi kuantitatif sistem sebagai instrumen pengukuran memerlukan kalibrasi multi-titik dan pembandingan terhadap instrumen acuan pada penelitian lanjutan.