Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The Influence of E-WoM, Social Media Marketing, Beauty Vlogger, and Endorser Congruence on Perfume Product Purchase Decisions Among Gen Z And Millennials Maisal Ardi Maulana; Muhammad Arifiyanto
Jurnal Nasional Manajemen Pemasaran dan SDM Vol. 7 No. 2 (2026): Jurnal Nasional Manajemen Pemasaran dan Sumber Daya Manusia
Publisher : Training & Research Institute - Jeramba Ilmu Sukses

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47747/jnmpsdm.v7i2.3456

Abstract

Perfume product purchases made by members of Generation Z and Millennials are investigated in this study, along with the elements that influence these generations opinions of E-WOM, beauty vloggers, social media marketing, and endorser congruence. We used a quantitative method by surveying 200 people from Generation Z and Millennials who had bought scent goods. . According to the findings, there is a favorable relationship between purchase decisions and E-WOM, social media marketing, beauty vloggers, and endorser congruence. Findings from this research stress the significance of influencer marketing and digital marketing in molding customer views and motivating purchases. The results give light on how perfume companies may enhance the efficacy of their digital marketing campaigns, especially in the realms of social media and influencer partnerships, to sway customer decision-making and boost sales.
PEMBUATAN BIOPORI SEBAGAI MEDIA PENGOLAHAN SAMPAH ORGANIK DAN RESAPAN AIR DI KELURAHAN PASIRKRATONKRAMAT Arditya Briliansyah; Trias Ayu Rahmadani; Maisal Ardi Maulana; Atikah Dwiyani; Fikky Aryudha; Susi Amalia Andini; Afiana Khusnul Rizkika; Fitroh Fazarima; Fenda Ramadhani Atmanegara; Nuniek Nizmah Fajriyah; Imam Prasetyo
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 2 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPermasalahan sampah masih menjadi isu serius di Indonesia, termsuk di kelurahan Pasirkratonkramat, Kota Pekalongan, yang juga menghadapi risiko banjir akhibat curah hujan yang tinggi, banjir rob, dan berkurangnya lahan resapan air. Kondisi ini menuntut adanya solusi yang tepat guna dalam pengelolaan sampah organik sekaligus peningkatan kapsitas masyarakat. Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan praktik langsung mengenai pengelolaan sampah organik mengenai penerapan teknologi Lubang Resapan Biopori (LRB), sehingga masyarakat dapat mengurangi timbunan sampah sekaligus meningkatkan daya resap tanah. Metode pelaksanaan meliputi survei lapangan untuk mengidentifikasi permasalahan lingkungan, serta pelatihan praktik pembuatan biopori. Mitra sasaran kegiatan adalah warga Kelurahan Pasirkratonkramat, khususnya ibu-ibu rumah tangga dan pengurus lingkungan. Jumlah peserta yang terlibat aktif dalam sosialisasi dan pelatihan mendapai sekitar 30 orang. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan partisipasi masyarakat dalam mengelola sampah organik menjadi kompos serta kemampuan membuat lubang biopori secara mandiri. Selain itu, masyarakat juga lebih peduli terhadapa kelestarian lingkungan dengan adanya kesadaran menjaga dan memelihara biopori. Dengan demikian, program ini memberikan manfaat ekologis dan soisal yang berkelanjutan bagi masyarakat.Kata kunci:Biopori; Resapan Air; Sampah OrganikABSTRACTWaste remains a serious issue in Indonesia, including in Pasirkratonkramat Village, Pekalongan City, which also faces flood risks due to high rainfall, tidal floods, and reduced water catchment areas. These conditions demand effective solutions for organic waste management and community capcity building. This Community Service Program (KKN) aimed to provide education and hands-on training on rganic waste management through the application of Biopore Infiltration Holes (LRB), enabling residents tp reduce organic waste while improving soll infiltration capacity. The method included field surveys to identify environmental issues, socialization on eco-friendly waste management, and practical training in biopore construction. The target partners were residents of Pasirkratonkramat Village, particulary housewives and community leaders, with approximately 30 participants actively involved in the socialization and training sessions. The results indicated increased community knowledge and participation in processing organic waste into compost, as well as the ability to independently construct and maintain biopores. In addition, there was a growing awareness among residents to preserve the environment. Therefore, the program provided both ecological and social benefits, ensuring long-term sustainability.Keywords: Biopore; Infiltration.; Organic Waste