Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Efektivitas Pelatihan Kreativitas terhadap Pengembangan Kompetensi Kreatif Guru di Yayasan Pendidikan Al-Ikhlashiyah Medan: Penelitian Mufidatul Husna Nasution; Dwi Revalina Dly; Dhea Fahira; Saradina; Vivi Gusrini Rahmadani; Eka Danta Jaya Ginting; Fahmi Ananda
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.6833

Abstract

Kreativitas guru merupakan salah satu kompetensi penting yang mendukung terciptanya proses pembelajaran yang inovatif dan efektif. Berdasarkan hasil Training Need Analysis (TNA) di Yayasan Pendidikan Al-Ikhlashiyah Medan, ditemukan bahwa guru masih menghadapi kendala dalam mengembangkan metode pembelajaran yang kreatif sehingga diperlukan program pengembangan kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pelatihan pengembangan kreativitas dalam meningkatkan kreativitas guru. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen dan rancangan One Group Pretest-Posttest Design. Sampel penelitian berjumlah 19 guru yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan Creativity Scale yang dikembangkan oleh Zhou dan George (2001). Data dianalisis menggunakan uji normalitas Shapiro-Wilk dan Paired Sample t-Test dengan bantuan program SPSS. Hasil uji normalitas menunjukkan bahwa data pretest dan posttest berdistribusi normal (p > 0,05). Hasil Paired Sample t-Test menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p < 0,05), yang menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara skor pretest dan posttest setelah pelatihan diberikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan pengembangan kreativitas efektif dalam meningkatkan kreativitas guru di Yayasan Pendidikan Al-Ikhlashiyah Medan. Temuan ini menunjukkan bahwa pelatihan dapat menjadi salah satu strategi pengembangan kompetensi guru untuk mendukung peningkatan kualitas pembelajaran.
Gambaran Tingkat Impostor Syndrome Pada Karyawan Generasi Z: Penelitian Dhea Fahira
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.6154

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menggambarkan tingkat impostor syndrome pada karyawan Generasi Z. Masalah difokuskan pada kecenderungan karyawan Generasi Z yang meragukan kemampuan dirinya meskipun telah memiliki pencapaian dalam pekerjaan. Guna mendekati masalah ini dipergunakan acuan teori impostor syndrome yang menjelaskan perasaan tidak kompeten dan kecenderungan individu mengaitkan keberhasilan dengan faktor eksternal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif. Data-data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada 100 karyawan Generasi Z yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah Clance Impostor Phenomenon Scale yang telah diadaptasi ke dalam bahasa Indonesia. Data dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif untuk mengetahui gambaran tingkat impostor syndrome pada responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata skor impostor syndrome responden berada pada kategori sedang. Distribusi kategori menunjukkan bahwa sebagian responden cukup sering mengalami perasaan ragu terhadap kemampuan dirinya dalam pekerjaan. Kajian ini menyimpulkan bahwa karyawan Generasi Z dalam penelitian ini menunjukkan kecenderungan mengalami impostor syndrome pada tingkat sedang, yang ditandai dengan munculnya keraguan terhadap kemampuan diri meskipun telah memiliki pencapaian dalam pekerjaan.