Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis determinasi tingkat pengangguran melalui sintesis literatur dalam perspektif makroekonomi. Pengangguran merupakan salah satu permasalahan utama dalam perekonomian yang mencerminkan ketidakseimbangan antara jumlah tenaga kerja dan kesempatan kerja yang tersedia. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan mengkaji berbagai sumber seperti jurnal ilmiah, buku, dan publikasi terkait untuk memperoleh pemahaman yang komprehensif mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat pengangguran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengangguran dipengaruhi oleh berbagai faktor yang saling berkaitan, antara lain pertumbuhan ekonomi, inflasi, investasi, tingkat pendidikan, serta kebijakan fiskal dan moneter. Pertumbuhan ekonomi memiliki hubungan negatif dengan pengangguran, meskipun dalam beberapa kasus terjadi fenomena jobless growth. iInflasi memiliki hubungan jangka pendek dengan pengangguran sesuai kurva Phillips, namun tidak selalu konsisten dalam jangka panjang. Investasi berperan penting dalam menciptakan lapangan kerja, terutama pada sektor padat karya. Selain itu, kualitas sumber daya manusia dan kesesuaian keterampilan tenaga kerja dengan kebutuhan pasar menjadi factor krusial dalam mengurangi pengangguran. Faktor lain seperti perkembangan teknologi, perubahan struktur ekonomi, serta pertumbuhan penduduk juga turut mempengaruhi dinamika pengangguran. Oleh karena itu, pengangguran merupakan fenomena multidimensional yang memerlukan penanganan secara komprehensif. Penelitian ini menegaskan pentingnya kebijakan yang terintegrasi antara pertumbuhan ekonomi, peningkatan kualitas tenaga kerja, serta penciptaan lapangan kerja yang inklusif. Dengan demikian, hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan kebijakan ekonomi yang lebih efektif dalam menurunkan tingkat pengangguran serta menjadi referensi bagi penelitian selanjutnya.