Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Determinasi Tingkat Pengangguran: Sintesis Literatur Dalam Perspektif Makroekonomi : Penelitian Fitria Tri Wahyuni; Hendra Riofita
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis determinasi tingkat pengangguran melalui sintesis literatur dalam perspektif makroekonomi. Pengangguran merupakan salah satu permasalahan utama dalam perekonomian yang mencerminkan ketidakseimbangan antara jumlah tenaga kerja dan kesempatan kerja yang tersedia. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan mengkaji berbagai sumber seperti jurnal ilmiah, buku, dan publikasi terkait untuk memperoleh pemahaman yang komprehensif mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat pengangguran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengangguran dipengaruhi oleh berbagai faktor yang saling berkaitan, antara lain pertumbuhan ekonomi, inflasi, investasi, tingkat pendidikan, serta kebijakan fiskal dan moneter. Pertumbuhan ekonomi memiliki hubungan negatif dengan pengangguran, meskipun dalam beberapa kasus terjadi fenomena jobless growth. iInflasi memiliki hubungan jangka pendek dengan pengangguran sesuai kurva Phillips, namun tidak selalu konsisten dalam jangka panjang. Investasi berperan penting dalam menciptakan lapangan kerja, terutama pada sektor padat karya. Selain itu, kualitas sumber daya manusia dan kesesuaian keterampilan tenaga kerja dengan kebutuhan pasar menjadi factor krusial dalam mengurangi pengangguran. Faktor lain seperti perkembangan teknologi, perubahan struktur ekonomi, serta pertumbuhan penduduk juga turut mempengaruhi dinamika pengangguran. Oleh karena itu, pengangguran merupakan fenomena multidimensional yang memerlukan penanganan secara komprehensif. Penelitian ini menegaskan pentingnya kebijakan yang terintegrasi antara pertumbuhan ekonomi, peningkatan kualitas tenaga kerja, serta penciptaan lapangan kerja yang inklusif. Dengan demikian, hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan kebijakan ekonomi yang lebih efektif dalam menurunkan tingkat pengangguran serta menjadi referensi bagi penelitian selanjutnya.
Kepercayaan Sosial (Social Trust) sebagai Modal Dasar dalam Sistem Ekonomi Digital Fitria Tri Wahyuni; Nur Alia Marta; Varisa Afriani Putri; Ansharullah Ansharullah
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.10133

Abstract

Perkembangan ekonomi digital telah mengubah pola interaksi ekonomi masyarakat dari sistem konvensional menuju sistem yang berbasis teknologi digital. Dalam ekosistem ini, kepercayaan sosial (social trust) menjadi faktor fundamental yang menentukan keberhasilan transaksi, partisipasi pengguna, serta keberlanjutan aktivitas ekonomi digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kepercayaan sosial sebagai modal dasar dalam mendukung perkembangan ekosistem ekonomi digital. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif melalui studi literatur (literature review) dengan mengkaji berbagai sumber ilmiah berupa jurnal nasional dan internasional, buku, serta publikasi akademik yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa kepercayaan sosial memiliki pengaruh signifikan terhadap keterlibatan masyarakat dalam berbagai aktivitas ekonomi digital, seperti perdagangan elektronik, layanan keuangan digital, dan platform berbasis aplikasi. Kepercayaan mampu mengurangi ketidakpastian dan risiko transaksi, meningkatkan rasa aman, serta memperkuat hubungan antara pengguna, penyedia layanan, dan platform digital. Selain itu, keamanan sistem, perlindungan data pribadi, transparansi informasi, reputasi platform, serta tingkat literasi digital masyarakat menjadi faktor utama dalam pembentukan kepercayaan pengguna. Dalam konteks ekonomi digital, kepercayaan tidak hanya bersifat interpersonal, tetapi juga mencakup kepercayaan terhadap institusi dan teknologi (digital trust). Di Indonesia, pembangunan kepercayaan sosial masih menghadapi tantangan berupa rendahnya literasi digital dan meningkatnya ancaman kejahatan siber. Kolaborasi seluruh pihak sangat diperlukan untuk mewujudkan ekosistem digital yang aman, terpercaya, inklusif, berkelanjutan, dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara luas.