Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisi Struktuk Pasar Oligopoli pada Industri Telekomunikasi di Indonesia: Penelitian Rizka Fauziah; Yusrina; Evifanie Simbolon
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.6949

Abstract

Penelitian ini menganalisis struktur pasar oligopoli pada industri telekomunikasi di Indonesia serta dampaknya terhadap perilaku harga dan tingkat konsentrasi pasar. Fokus penelitian diarahkan pada karakteristik persaingan antaroperator telekomunikasi, pengukuran tingkat konsentrasi pasar menggunakan Indeks Herfindahl-Hirschman (HHI), serta implikasinya terhadap efisiensi pasar dan kesejahteraan konsumen. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan memanfaatkan data sekunder periode 2018–2023 yang diperoleh dari laporan tahunan perusahaan telekomunikasi, Badan Pusat Statistik (BPS), Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), dan Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI). Data dianalisis melalui penghitungan pangsa pasar masing-masing operator, perhitungan nilai HHI untuk mengukur tingkat konsentrasi pasar, serta analisis perilaku harga berdasarkan karakteristik pasar oligopoli menggunakan Model Sweezy. Hasil penelitian menunjukkan bahwa industri telekomunikasi Indonesia memiliki struktur pasar oligopoli dengan tingkat konsentrasi yang sangat tinggi, ditunjukkan oleh nilai HHI sebesar 3.409,3 pada tahun 2023. Tiga operator utama, yaitu Telkomsel, Indosat Ooredoo Hutchison (IOH), dan XL Axiata, secara kolektif menguasai 88,3% pangsa pasar pelanggan. Selain itu, perilaku harga dalam industri ini menunjukkan adanya fenomena kekakuan harga (price rigidity), sehingga persaingan lebih banyak terjadi melalui peningkatan kualitas jaringan, inovasi layanan digital, dan strategi non-harga lainnya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa struktur pasar oligopoli mampu mendorong investasi infrastruktur telekomunikasi yang besar, namun juga berpotensi menyebabkan harga layanan data relatif lebih tinggi dibandingkan beberapa negara di kawasan ASEAN.
Analisis Strategi Bertahan Toko Kelontong dalam Menghadapi Persaingan Toko Ritel Modern: Studi Kualitatif di Kawasan MMTC Medan: Penelitian Rosalina Ronaulika Simanjuntak; Natasya; Jekonia Tamba; Ilham Pranata; Rizka Fauziah
Jurnal Pustaka Cendekia Hukum dan Ilmu Sosial Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Pustaka Cendekia Hukum dan Ilmu Sosial Volume 4 Nomor 1 February - May 2
Publisher : PT PUSTAKA CENDEKIA GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70292/pchukumsosial.v4i1.316

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi bertahan yang diterapkan oleh toko kelontong tradisional dalam menghadapi persaingan dari gerai ritel modern di kawasan sekitar MMTC Medan. Ekspansi yang cepat dari minimarket modern seperti Indomaret dan Alfamart telah memberikan tantangan signifikan terhadap keberlanjutan toko kelontong tradisional. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan data yang dikumpulkan melalui wawancara mendalam bersama lima pemilik toko kelontong sebagai informan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pemilik toko kelontong menerapkan beberapa strategi bertahan utama, meliputi pelayanan personal dan pembangunan hubungan emosional dengan pelanggan, penyediaan sistem kasbon (utang), penjualan produk dalam jumlah eceran untuk mengakomodasi variasi daya beli konsumen, adopsi metode pembayaran digital (QRIS dan e-wallet), penyediaan layanan antar gratis, mempertahankan jam operasional selama 24 jam, serta penyediaan stok produk kebutuhan lokal yang tidak tersedia di minimarket modern. Strategi-strategi ini, yang didasarkan pada prinsip keunggulan kompetitif melalui kedekatan sosial dan fleksibilitas layanan, memungkinkan toko kelontong tradisional untuk tetap relevan di tengah dominasi ritel modern. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendekatan terpadu yang menggabungkan keunggulan relasional, diferensiasi produk, dan penetapan harga yang adaptif sangat esensial bagi kelangsungan hidup toko kelontong tradisional dalam menghadapi persaingan ritel modern.