Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisi Struktuk Pasar Oligopoli pada Industri Telekomunikasi di Indonesia: Penelitian Rizka Fauziah; Yusrina; Evifanie Simbolon
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.6949

Abstract

Penelitian ini menganalisis struktur pasar oligopoli pada industri telekomunikasi di Indonesia serta dampaknya terhadap perilaku harga dan tingkat konsentrasi pasar. Fokus penelitian diarahkan pada karakteristik persaingan antaroperator telekomunikasi, pengukuran tingkat konsentrasi pasar menggunakan Indeks Herfindahl-Hirschman (HHI), serta implikasinya terhadap efisiensi pasar dan kesejahteraan konsumen. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan memanfaatkan data sekunder periode 2018–2023 yang diperoleh dari laporan tahunan perusahaan telekomunikasi, Badan Pusat Statistik (BPS), Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), dan Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI). Data dianalisis melalui penghitungan pangsa pasar masing-masing operator, perhitungan nilai HHI untuk mengukur tingkat konsentrasi pasar, serta analisis perilaku harga berdasarkan karakteristik pasar oligopoli menggunakan Model Sweezy. Hasil penelitian menunjukkan bahwa industri telekomunikasi Indonesia memiliki struktur pasar oligopoli dengan tingkat konsentrasi yang sangat tinggi, ditunjukkan oleh nilai HHI sebesar 3.409,3 pada tahun 2023. Tiga operator utama, yaitu Telkomsel, Indosat Ooredoo Hutchison (IOH), dan XL Axiata, secara kolektif menguasai 88,3% pangsa pasar pelanggan. Selain itu, perilaku harga dalam industri ini menunjukkan adanya fenomena kekakuan harga (price rigidity), sehingga persaingan lebih banyak terjadi melalui peningkatan kualitas jaringan, inovasi layanan digital, dan strategi non-harga lainnya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa struktur pasar oligopoli mampu mendorong investasi infrastruktur telekomunikasi yang besar, namun juga berpotensi menyebabkan harga layanan data relatif lebih tinggi dibandingkan beberapa negara di kawasan ASEAN.
Analisis Manajemen Sekolah Berbasis Studi Kasus di SMK Negeri 11 Medan: Tinjauan terhadap Bidang Garapan Manajemen Peserta Didik dan Pendidik Yusrina Yusrina; Rizka Fauziah; Evifanie Simbolon; Christin Natasya Br Surbakti
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.9369

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis manajemen sekolah di SMK Negeri 11 Medan melalui studi kasus yang difokuskan pada manajemen peserta didik serta manajemen pendidik dan tenaga kependidikan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara semi-terstruktur terhadap guru dan peserta didik. Data dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan, dan verifikasi, sedangkan keabsahan temuan diperkuat dengan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan peserta didik menghadapi permasalahan berupa rendahnya motivasi belajar, kondisi kelas yang kurang tertib, metode pembelajaran yang cenderung monoton, serta belum tersedianya jalur prestasi dalam penerimaan peserta didik baru. Pada bidang pendidik dan tenaga kependidikan, kendala utama meliputi belum optimalnya fungsi Bursa Kerja Khusus, Unit Produksi dan Jasa, serta unit hubungan industri, terbatasnya koordinasi kelembagaan, dan minimnya kemitraan aktif dengan dunia usaha, dunia industri, dan dunia kerja. Kondisi tersebut menghambat penguatan kompetensi praktis peserta didik dan dukungan terhadap penempatan lulusan. Penelitian menegaskan bahwa peningkatan efektivitas manajemen sekolah memerlukan pembelajaran yang lebih aktif dan kontekstual, pemetaan kebutuhan belajar siswa, pembagian tugas kelembagaan yang jelas, pengembangan kompetensi guru, serta kemitraan industri yang dilaksanakan melalui program kerja terukur. Rekomendasi penelitian mencakup pengaktifan kembali unit-unit strategis sekolah, pengembangan pembelajaran berbasis proyek, evaluasi berkala terhadap manajemen peserta didik, dan penyusunan sistem kemitraan yang berorientasi pada kompetensi serta keterserapan lulusan.
Peran Kecerdasan Buatan dalam Transformasi Strategi Pemasaran Bisnis di Era Digital Irma Siagian; Dian Petrishia Tambunan; Nopra Purba; Evifanie Simbolon; Stefani Br Tarigan; Agni Anggita Br Ginting; Christin Natasya Surbakti
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.9787

Abstract

Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) telah mendorong perubahan mendasar dalam strategi pemasaran bisnis dari pendekatan konvensional yang bersifat massal menuju pemasaran digital yang prediktif, personal, interaktif, dan berbasis data. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran AI dalam mentransformasi strategi pemasaran, mengidentifikasi faktor pendorong penerapannya, membandingkan karakteristik pemasaran konvensional dengan pemasaran berbasis AI, serta menguraikan implementasi teknologi AI dalam aktivitas pemasaran modern. Penelitian menggunakan metode Systematic Literature Review dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Literatur diperoleh dari basis data ilmiah melalui kata kunci yang berkaitan dengan AI, pemasaran digital, perilaku konsumen, chatbot, predictive analytics, personalisasi, dan periklanan digital. Sumber yang relevan kemudian diseleksi, dikelompokkan secara tematik, dan dianalisis untuk menemukan pola, manfaat, tantangan, serta implikasi strategis. Hasil kajian menunjukkan bahwa AI meningkatkan ketepatan segmentasi, kemampuan memprediksi perilaku konsumen, personalisasi pesan dan penawaran, otomatisasi pelayanan melalui chatbot, optimasi iklan secara waktu nyata, serta efisiensi pengambilan keputusan pemasaran. Dibandingkan pemasaran konvensional, pemasaran berbasis AI memiliki keunggulan dalam jangkauan, pengukuran kinerja, kecepatan respons, dan penyesuaian pengalaman pelanggan. Namun, keberhasilan penerapannya bergantung pada kualitas data, integrasi sistem, kompetensi sumber daya manusia, perlindungan privasi, transparansi algoritma, dan pengawasan manusia. Dengan demikian, AI perlu ditempatkan sebagai kapabilitas strategis yang memperkuat kreativitas dan pertimbangan pemasar, bukan sekadar sebagai alat otomatisasi operasional.