Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Permasalahan Lingkungan Sekolah dan Proses Pembelajaran Berdasarkan pengamatan Guru dan Siswa di SMA Negeri 10 Medan: Penelitian Axdel Septina Sagala; Christianto Ginting; Rimma Damayanti Br Malau; Tazliyah Tazliyah
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.6956

Abstract

Penelitian ini mengevaluasi masalah lingkungan sekolah dan kendala pembelajaran di SMA Negeri 10 Medan berdasarkan pengalaman guru dan siswa. Fokus kajian meliputi kondisi lingkungan fisik, pengaruh fasilitas terhadap kenyamanan belajar, kedisiplinan siswa, serta respons guru terhadap berbagai dinamika tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif dengan metode campuran (mixed-methods). Data diperoleh melalui observasi, wawancara guru, dokumentasi, dan angket kepada siswa. Sebanyak 56 siswa dan guru utama menjadi responden untuk memberikan data kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi lingkungan sekolah sangat memengaruhi kenyamanan dan efektivitas pembelajaran. Keterbatasan sarana seperti minimnya kipas angin, daya listrik terbatas, internet tidak stabil, dan gangguan suara dari luar menjadi hambatan utama. Ruang kelas yang gerah menurunkan konsentrasi, memicu pelanggaran disiplin seperti penggunaan ponsel saat pelajaran, serta membuat siswa kurang aktif. Untuk mengatasinya, guru menerapkan pendekatan personal, menegakkan aturan secara konsisten, dan menciptakan pembelajaran yang interaktif. Penelitian menyimpulkan bahwa peningkatan mutu pendidikan memerlukan perbaikan fasilitas, pembaruan strategi pembelajaran berpusat pada siswa, serta kolaborasi antara sekolah, komite, dan orang tua.
Analisis Faktor yang Membentuk Minat Berwirausaha Mahasiswa Gen Z pada Ekosistem Ekonomi Digital: Studi Literatur Deskripti Pujaliantari Sinaga; Auensyah Marbun; Axdel Septina Sagala; Jessika Angelina Sitorus; Tazliyah Tazliyah; Yemima Fetriati Br Panggabean
Jurnal Publikasi Ekonomi dan Akuntansi Vol. 6 No. 3 (2026): September : Jurnal Publikasi Ekonomi dan Akuntansi
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/jupea.v6i3.7377

Abstract

This study seeks to analyze the dynamics of internal and external factors underlying entrepreneurial interest among Generation Z students within the scope of the digital economy ecosystem. Through a descriptive literature study approach, this article synthesizes various national studies that combine the Digital Entrepreneurial Ecosystem (DEE) framework and the Theory of Planned Behavior (TPB) to examine the extent to which digital stimuli influence students' psychological decisions. The study found that internal factors such as entrepreneurial attitude and digital marketing orientation play the most crucial role in triggering the intention to try business, supported by digital self-efficacy. On the external side, the massive expansion of the digital market and the integration of video commerce features have proven to reduce the need for initial capital and facilitate the initial steps for students to start a business. Nevertheless, this research highlights a wide gap between intention and action (intention behavior gap). High interest on paper does not automatically transform students into actual entrepreneurs after graduation. Critical analysis shows that social media is essentially just a neutral tool; without critical digital literacy to process market information, students tend to get trapped as consumers rather than producers. This condition is exacerbated by mental barriers such as anxiety over financial failure and social pressures that still prioritize conventional career stability. Facing this challenge, universities are demanded to overhaul the direction of entrepreneurship education from being theoretically administrative to an experiential learning-based ecosystem.