Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi pupuk organik dan kimia untuk meningkatkan pertumbuhan dan produksi jagung manis di lahan suboptimal. Studi ini dilaksanakan di Kecamatan Punggur, Kabupaten Lampung Tengah, dari Oktober 2024 hingga Januari 2025. Pendekatan ini relevan mengingat perlunya strategi budidaya yang efisien dan berkelanjutan untuk meningkatkan produktivitas di lahan dengan kondisi kurang optimal. Metodologi penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan enam taraf perlakuan yang berbeda, dirancang untuk membandingkan berbagai skema pemupukan. Perlakuan tersebut meliputi: K0: organik, K1: organik 750 kg/ha + N100, K2: organik 750 kg/ha + N150, K3: organik 750 kg/ha + N200, K4: pupuk NPK 15-15-15, dan K5: pupuk NPK 12-6-22. Variasi dosis ini memungkinkan analisis mendalam mengenai respons tanaman jagung terhadap ketersediaan nutrisi dari sumber yang berbeda. Parameter pengamatan mencakup berbagai indikator pertumbuhan vegetatif dan generatif, seperti tinggi tanaman (cm), diameter batang (cm), lebar daun (cm), warna daun, dan bobot tongkol (g). Data yang terkumpul dianalisis untuk mengidentifikasi perbedaan signifikan antar perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan nyata pada beberapa parameter kunci, yaitu tinggi tanaman, diameter batang, dan bobot tongkol. Hal ini mengindikasikan bahwa pada kondisi lahan suboptimal, penggunaan kombinasi pupuk tidak secara drastis memengaruhi pertumbuhan vertikal atau hasil panen secara keseluruhan dibandingkan dengan perlakuan lain. Namun, kombinasi pupuk organik dan kimia menunjukkan perbedaan nyata secara signifikan pada dua parameter penting, yaitu lebar daun pada 22 hari setelah tanam (hst) dan warna daun pada 36 hst