Tina Talisa
Sekolah Tinggi Agama Buddha (STAB) Bodhi Dharma

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

INTERAKSI SOSIAL DAN PERILAKU PROSOSIAL DENGAN KEPEDULIAN SOSIAL SEBAGAI MODERASI SISWA SMB LOKA SHANTI Tina Talisa; Lisniasari; Ong Cin Siu (Mina Wongso)
JURNAL PENDIDIKAN BUDDHA DAN ISU SOSIAL KONTEMPORER (JPBISK) Vol. 8 No. 1 (2026): Juni
Publisher : LPPM STAB Bodhi Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56325/rhfqzx68

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh interaksi sosial terhadap perilaku prososial dengan kepedulian sosial sebagai variabel moderasi pada siswa Sekolah Minggu Buddha (SMB) Loka Shanti Medan Tahun 2025. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Sampel penelitian berjumlah 57 siswa yang dipilih dari total populasi sebanyak 60 siswa menggunakan teknik simple random sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner dengan skala Likert yang mengukur tiga variabel utama: interaksi sosial, kepedulian sosial, dan perilaku prososial. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa interaksi sosial memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku prososial, dengan nilai koefisien regresi sebesar 0,670 dan R Square sebesar 0,449, yang berarti interaksi sosial menjelaskan 44,9% variabel perilaku prososial. Namun, hasil uji interaksi menunjukkan bahwa kepedulian sosial tidak memiliki efek moderasi yang signifikan terhadap hubungan antara interaksi sosial dan perilaku prososial. Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi kualitas interaksi sosial siswa, maka semakin tinggi pula perilaku prososial yang ditunjukkan, seperti membantu teman, menunjukkan empati, serta aktif dalam kegiatan sosial. Sebaliknya, meskipun tingkat kepedulian sosial siswa tergolong tinggi, namun tidak berkontribusi signifikan dalam memperkuat hubungan tersebut secara statistik. Secara umum, siswa SMB Loka Shanti menunjukkan kategori tinggi dalam hal interaksi sosial (rata-rata 77%–84% setuju dan sangat setuju), kepedulian sosial (rata-rata 66%–77%), serta perilaku prososial. Hasil ini mendukung pentingnya integrasi nilai-nilai moral Buddhis dalam pendidikan non formal untuk membentuk karakter siswa yang sosial dan religius.