Lisniasari
Sekolah Tinggi Agama Buddha (STAB) Bodhi Dharma

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

KEPEMIMPINAN SEKOLAH DALAM KERANGKA MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH: ANALISIS MODEL, TANTANGAN, DAN INTEGRASI NILAI SPIRITUAL (STUDI PERSPEKTIF SEKOLAH BUDDHIS) Lisniasari; Lamirin; Joko Santoso; Meiliana
INOVASI : Jurnal Ilmiah Pengembangan Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2026): Inovasi: Jurnal Ilmiah Pengembangan Pendidikan
Publisher : Lembaga Pengembangan Inovasi Pendidikan Baiturrahman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65946/inovasi.v4i2.130

Abstract

The implementation of School-Based Management (SBM) positions principal leadership as a critical factor in improving educational quality. This article aims to analyze the strategic role, relevant models, and leadership challenges in strengthening SBM, with a focus on integrating spiritual values ​​in Buddhist schools. Using a qualitative literature study method with thematic analysis of current literature, the results show that principals must act as learning leaders, change agents, and resource managers. The success of SBM requires the synergy of transformational (vision-building), instructional (learning-focused), and distributive (collaborative) leadership models. In the Buddhist context, the spiritual values ​​of mettā (loving-kindness), karuṇā (compassion), upekkhā (equanimity), and paññā (wisdom) can be integrated to strengthen the ethical and relational foundations of all three models. Implementation challenges include leadership competency gaps, teacher resistance, limited resources, administrative burdens, and low community participation. Strategies to address these challenges require a holistic approach that goes beyond technical solutions to encompass sustainable capacity building, digitalization, the creation of a supportive school climate, and authentic community partnerships. This article concludes that strengthening MBS is essentially strengthening school leadership that is contextual, integrative, and based on values ​​to achieve holistic education.
MATERI PANCASILA BUDDHIS TERHADAP PEMBENTUKAN KARAKTER SISWA DI SMA AHMAD YANI BINJAI T.P. Viriya Dwikumara; Sunter Candra Yana; Lisniasari
JURNAL PENDIDIKAN BUDDHA DAN ISU SOSIAL KONTEMPORER (JPBISK) Vol. 8 No. 1 (2026): Juni
Publisher : LPPM STAB Bodhi Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56325/jvxp6j02

Abstract

Di era globalisasi dan digitalisasi, pengembangan karakter sangat penting untuk memerangi kemerosotan moral generasi muda. Pendidikan agama Buddha, khususnya pengajaran Lima Sila, dianggap sebagai strategi efektif untuk menumbuhkan moralitas, disiplin, kejujuran, dan tanggung jawab siswa. Namun, pola perilaku yang tidak diinginkan seperti perundungan, kurangnya disiplin, dan bahasa vulgar masih marak dalam kehidupan sekolah sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dampak Lima Sila terhadap pengembangan karakter siswa di Sekolah Menengah Ahmed Yani Binjai. Metode kuantitatif dan analisis korelasi digunakan. Sebanyak 258 siswa Buddha berpartisipasi, dengan 157 siswa dipilih menggunakan pengambilan sampel acak bert stratified berdasarkan rumus Slobin. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan analisis regresi linier sederhana. Hasil menunjukkan bahwa siswa memiliki tingkat pemahaman yang tinggi tentang Lima Sila dan tingkat pengembangan karakter yang tinggi. Koefisien determinasi adalah 0,442, menunjukkan dampak positif yang signifikan (44,2%) terhadap pengembangan karakter siswa. Meskipun pemahaman tentang Lima Sila berkontribusi pada pengembangan karakter siswa, faktor-faktor lain selain yang disebutkan dalam penelitian ini juga memengaruhi pengembangan karakter.
INTERAKSI SOSIAL DAN PERILAKU PROSOSIAL DENGAN KEPEDULIAN SOSIAL SEBAGAI MODERASI SISWA SMB LOKA SHANTI Tina Talisa; Lisniasari; Ong Cin Siu (Mina Wongso)
JURNAL PENDIDIKAN BUDDHA DAN ISU SOSIAL KONTEMPORER (JPBISK) Vol. 8 No. 1 (2026): Juni
Publisher : LPPM STAB Bodhi Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56325/rhfqzx68

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh interaksi sosial terhadap perilaku prososial dengan kepedulian sosial sebagai variabel moderasi pada siswa Sekolah Minggu Buddha (SMB) Loka Shanti Medan Tahun 2025. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Sampel penelitian berjumlah 57 siswa yang dipilih dari total populasi sebanyak 60 siswa menggunakan teknik simple random sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner dengan skala Likert yang mengukur tiga variabel utama: interaksi sosial, kepedulian sosial, dan perilaku prososial. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa interaksi sosial memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku prososial, dengan nilai koefisien regresi sebesar 0,670 dan R Square sebesar 0,449, yang berarti interaksi sosial menjelaskan 44,9% variabel perilaku prososial. Namun, hasil uji interaksi menunjukkan bahwa kepedulian sosial tidak memiliki efek moderasi yang signifikan terhadap hubungan antara interaksi sosial dan perilaku prososial. Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi kualitas interaksi sosial siswa, maka semakin tinggi pula perilaku prososial yang ditunjukkan, seperti membantu teman, menunjukkan empati, serta aktif dalam kegiatan sosial. Sebaliknya, meskipun tingkat kepedulian sosial siswa tergolong tinggi, namun tidak berkontribusi signifikan dalam memperkuat hubungan tersebut secara statistik. Secara umum, siswa SMB Loka Shanti menunjukkan kategori tinggi dalam hal interaksi sosial (rata-rata 77%–84% setuju dan sangat setuju), kepedulian sosial (rata-rata 66%–77%), serta perilaku prososial. Hasil ini mendukung pentingnya integrasi nilai-nilai moral Buddhis dalam pendidikan non formal untuk membentuk karakter siswa yang sosial dan religius.