Pemanfaatan limbah organik sebagai bahan stabilisasi tanah merupakan inovasi dalam meningkatkan daya dukung tanah dasar (subgrade) untuk konstruksi jalan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kombinasi abu sekam padi dan abu serabut kelapa terhadap sifat fisik dan mekanik tanah lempung di Banyuwangi. Metode penelitian mencakup pengambilan sampel tanah dan bahan stabilisasi, pengujian karakteristik fisis (kadar air, berat jenis, batas Atterberg, dan analisis saringan), serta pengujian mekanis (pemadatan dan CBR) dengan variasi campuran abu sekam padi dan abu serabut kelapa sebesar 3%, 6%, dan 9% terhadap berat tanah. Hasil menunjukkan bahwa penambahan kedua bahan stabilisasi menurunkan kadar air dari 41,81% menjadi 33,29%, menurunkan batas cair dari 55,45% menjadi 48,03%, serta menurunkan indeks plastisitas dari 24,55% menjadi 7,63%. Nilai CBR meningkat signifikan dari 1,01% pada tanah asli menjadi 24,2% pada campuran 9% abu sekam padi dan 9% abu serabut kelapa. Berdasarkan klasifikasi AASHTO, klasifikasi tanah berubah dari A-7-5 menjadi A-5, menunjukkan peningkatan stabilitas dan daya dukung tanah. Dengan demikian, kombinasi optimum 9% abu sekam padi dan 9% abu serabut kelapa efektif digunakan sebagai bahan stabilisasi ramah lingkungan yang mendukung penerapan ekonomi sirkular dalam pembangunan infrastruktur jalan berkelanjutan. Kata kunci: Abu Sekam Padi, Abu Serabut Kelapa, Daya Dukung Tanah, Ekonomi Sirkular, Stabilisasi Tanah Lempung.