Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemanfaatan Abu Sekam Padi Dan Abu Serabut Kelapa Sebagai Bahan Stabilisasi Tanah Lempung Yang Digunakan Sebagai Lapisan Subgrade Ganda Surahman; Imam Fahmi Dian Sukma; Risqi Sofiana
Konstruksia Vol 17 No 2 (2026): Jurnal Konstruksia Vol 17 No. 2 Tahun 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jk.17.2.1-10

Abstract

Pemanfaatan limbah organik sebagai bahan stabilisasi tanah merupakan inovasi dalam meningkatkan daya dukung tanah dasar (subgrade) untuk konstruksi jalan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kombinasi abu sekam padi dan abu serabut kelapa terhadap sifat fisik dan mekanik tanah lempung di Banyuwangi. Metode penelitian mencakup pengambilan sampel tanah dan bahan stabilisasi, pengujian karakteristik fisis (kadar air, berat jenis, batas Atterberg, dan analisis saringan), serta pengujian mekanis (pemadatan dan CBR) dengan variasi campuran abu sekam padi dan abu serabut kelapa sebesar 3%, 6%, dan 9% terhadap berat tanah. Hasil menunjukkan bahwa penambahan kedua bahan stabilisasi menurunkan kadar air dari 41,81% menjadi 33,29%, menurunkan batas cair dari 55,45% menjadi 48,03%, serta menurunkan indeks plastisitas dari 24,55% menjadi 7,63%. Nilai CBR meningkat signifikan dari 1,01% pada tanah asli menjadi 24,2% pada campuran 9% abu sekam padi dan 9% abu serabut kelapa. Berdasarkan klasifikasi AASHTO, klasifikasi tanah berubah dari A-7-5 menjadi A-5, menunjukkan peningkatan stabilitas dan daya dukung tanah. Dengan demikian, kombinasi optimum 9% abu sekam padi dan 9% abu serabut kelapa efektif digunakan sebagai bahan stabilisasi ramah lingkungan yang mendukung penerapan ekonomi sirkular dalam pembangunan infrastruktur jalan berkelanjutan. Kata kunci: Abu Sekam Padi, Abu Serabut Kelapa, Daya Dukung Tanah, Ekonomi Sirkular, Stabilisasi Tanah Lempung.
Optimasi Parameter Pasca Cetak SLA 3D Printing Terhadap Karakteristik Kekerasan Material Menggunakan Metode Grey Relational Analysis (GRA) Abdul Hamid; Rochmad Eko Prasetyaning Utomo; Ganda Surahman
RING ME Vol 5 No 2 (2025): RING Mechanical Engineering
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/rme.v5i2.24595

Abstract

The demand for durable custom vehicle components requires enhancing the mechanical characteristics of Stereolithography (SLA) materials, which are generally brittle—a gap that must be addressed through post-processing optimization. This study aims to identify the optimal post-processing parameter combinations to maximize the hardness of SLA resin using the Grey Relational Analysis (GRA) method. The experimental design followed a Taguchi L9 orthogonal array, testing four factors Washing Time, Curing Time, Annealing Time, and Annealing Temperature at three levels each, with Shore D hardness as the quality response. The results demonstrated a significant increase in hardness from a baseline of 79.2 Shore D to 82.5 Shore D under optimal conditions. The GRA identified the combination of 15 min Washing Time, 25 min Curing Time, 30 min Annealing Time, and 80°C Annealing Temperature as the optimum setting, resulting in a 16.4% improvement in the Grey Relational Grade (GRG) compared to the experimental mean. ANOVA results confirmed that Washing Time (50.79% contribution, P=0.028) and Annealing Time (41.49% contribution, P=0.034) were the most significant factors (P < 0.05) influencing hardness variation. Conversely, Curing Time was found to be insignificant (P=0.189), suggesting that 15 minutes is sufficient, while residual monomer removal and thermal stress relief during annealing are more critical. Overall, this study concludes that enhancing SLA material hardness depends heavily on thorough cleaning and controlled heat treatment.