Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Electorial Account Applications: Paradoks Transformasional dan Kerentanan Elektoral pada Pemilu di Indonesia Dedi Anggriawan; Ni Putu Diah Ratih Nareswari Putri; Nika Esti Rahayu
Jurnal Masyarakat Maritim Vol 9 No 1 (2025): Mei, 2025
Publisher : Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/jmm.v9i1.7332

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif paradoks transformasional dan kerentanan elektoral yang muncul akibat adopsi aplikasi akuntabilitas elektoral (electoral account applications) dalam kontestasi Pemilu di Indonesia. Dengan pendekatan interdisipliner, studi ini mengintegrasikan perspektif sosiologi, hukum, dan akuntansi untuk memahami dinamika kompleks teknologi ini. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui studi pustaka, analisis dokumen regulasi, dan observasi daring terhadap implementasi aplikasi terkait. Secara spesifik, dari sudut pandang sosiologi, penelitian ini menyelidiki bagaimana aplikasi ini membentuk ulang lanskap partisipasi politik dan interaksi sosial antara aktor elektoral, yang berpotensi memicu polarisasi atau echo chamber. Dalam konteks hukum, analisis difokuskan pada kerangka regulasi eksisting dan tantangan penegakan hukum terkait transparansi dan akuntabilitas dana kampanye yang difasilitasi oleh aplikasi digital. Sementara itu, perspektif akuntansi mengeksplorasi efektivitas pelaporan keuangan kampanye digital dan potensi celah bagi dark money atau manipulasi data akuntansi yang terselubung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun aplikasi akuntabilitas elektoral menjanjikan peningkatan transparansi dan efisiensi partisipasi, ia secara paradoksal memperkenalkan kerentanan baru, termasuk (1) penyebaran informasi bias dan manipulasi opini publik, (2) kesulitan dalam melacak dan mengaudit aliran dana ilegal atau tidak transparan akibat regulasi yang tertinggal,, serta (3) ilusi akuntabilitas finansial yang disembunyikan di balik kompleksitas teknis dan kurangnya standar audit yang ketat. Temuan ini menggarisbawahi urgensi pembaharuan kebijakan, pengembangan literasi digital pemilih, dan adaptasi kerangka hukum serta standar audit untuk memastikan integritas proses elektoral di era digital.
Pelatihan Kewirausahaan Melalui Budidaya Tanaman Hias sebagai Upaya Menumbuhkan Entrepreneurship bagi Siswa SDN Ngegong, Madiun Mukti Prasaja; Gemelthree Ardiatus Subekti; Rosida Ardiatus Ibrahim; Nika Esti Rahayu; Sifa Rani
Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v7i1.7708

Abstract

Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan motivasi berwirausaha bagi siswa/siswi di Sekolah Dasar Negeri Ngegong melalui budidaya tanaman hias. Hal ini penting dikarenakan kewirausahaan merupakan salah satu softskill yang penting dan memiliki peran untuk membangun perekonomian suatu daerah bahkan negara. Implementasi kewirausahaan atau entrepreneurship harus ditanamkan sejak usia anak-anak. Kewirausahaan atau entrepeneurship bukan mengajarkan anak untuk berdagang atau mencari uang sejak dini, melainkan menumbuhkan dan mengembangkan sifat atau karakternya. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan ini yakni: (1) memberikan materi tentang edukasi kewirausaan sejak dini; (2) memberikan edukasi bagaimana budidaya tanaman hias dan (3) pendampingan pemanfaatan tanaman hias sebagai upaya untuk memperoleh penghasilan. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian sosialisasi, edukasi/pelatihan dan evaluasi. Hasil kegiatan pengabdian ini adalah siswa/siswi SDN Ngegong menjadi lebih mengerti bagaimana budidaya tanaman hias dan perawatannya serta bagaimana mempromosikannya agar bisa memiliki nilai lebih. Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan bazar, perpisahan atau saat ada wali murid menjemput bisa melihat secara langsung. Selain itu kegiatan budidaya tanaman hias ini juga semakin menghijaukan lingkungan sekolah dan diharapkan bisa mendukung dari kegiatan sekolah dalam rangka sekolah adiwiyata