Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Persepsi Masyarakat Mengenai Keamanan Pengguna E-Wallet Dalam Transaksi Digital Azzahrawani Syakira; Melsa Zaikalrini; Shovi Novita; Joni Hendra K
Journal of Education Transportation and Business Vol. 3 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetbus.v3i1.8695

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mendorong perubahan pola transaksi masyarakat dari sistem pembayaran tunai menuju pembayaran digital. Salah satu inovasi yang mengalami pertumbuhan pesat adalah penggunaan electronic wallet (e-wallet) yang menawarkan kemudahan, kecepatan, dan efisiensi dalam bertransaksi. Namun, di balik berbagai kemudahan tersebut, aspek keamanan menjadi faktor penting yang memengaruhi kepercayaan dan keputusan masyarakat dalam menggunakan e-wallet. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi masyarakat mengenai keamanan penggunaan e-wallet dalam transaksi digital di Indonesia serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi persepsi tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara dengan pengguna aktif e-wallet, observasi, dan studi dokumentasi dari berbagai sumber yang relevan. Pemilihan informan dilakukan menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria pengguna yang pernah melakukan transaksi menggunakan e-wallet. Data dianalisis menggunakan model analisis interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat memiliki persepsi positif terhadap keamanan penggunaan e-wallet. Fitur keamanan seperti PIN, verifikasi biometrik, kode OTP, dan notifikasi transaksi dinilai mampu memberikan perlindungan terhadap akun dan transaksi pengguna. Selain itu, faktor pengalaman penggunaan, tingkat literasi digital, dan kepercayaan terhadap penyedia layanan turut memengaruhi persepsi keamanan masyarakat. Meskipun demikian, kekhawatiran terhadap risiko kejahatan siber seperti phishing, pencurian data pribadi, dan penyalahgunaan akun masih menjadi perhatian pengguna. Oleh karena itu, diperlukan upaya berkelanjutan dari penyedia layanan, pemerintah, dan masyarakat dalam meningkatkan keamanan sistem serta literasi digital guna menciptakan ekosistem transaksi digital yang aman dan terpercaya.
Dinamika Manajemen Keuangan Individu di Era Cashless: Persepsi dan Perilaku Masyarakat terhadap Gaya Hidup Konsumtif, Tekanan Inflasi, dan Minat Investasi di Pasar Modal Diva Zahira; Frima Ramadhani; Tasya Tasya; Joni Hendra K
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.9631

Abstract

Pergeseran masif menuju sistem pembayaran non-tunai atau cashless di Indonesia, yang ditandai oleh masifnya penggunaan dompet digital dan standar QRIS, telah mentransformasi lanskap manajemen keuangan individu. Pada saat yang sama, tekanan inflasi yang terus menggerus daya beli menuntut individu untuk lebih selektif dalam konsumsi dan memikirkan instrumen perlindungan nilai aset seperti investasi di pasar modal. Namun, bagaimana ketiga kekuatan ini—gaya hidup konsumtif, tekanan inflasi, dan minat investasi—berinteraksi dalam membentuk dinamika pengelolaan keuangan di era digital masih menjadi celah penelitian. Riset ini bertujuan untuk menganalisis secara integratif persepsi dan perilaku masyarakat pengguna cashless terhadap gaya hidup konsumtif, dampak tekanan inflasi terhadap strategi keuangan, serta determinan minat investasi di pasar modal. Metode kualitatif dengan analisis deskriptif kuantitatif diterapkan melalui kuesioner terstruktur dan pertanyaan terbuka terhadap 50 responden berusia 18–35 tahun yang aktif menggunakan pembayaran cashless. Analisis tematik menghasilkan tiga pola tipologi pengelolaan keuangan: (1) Konsumtif Pasif—terjebak kemudahan tanpa antisipasi; (2) Sadar namun Ragu—mengenal pentingnya investasi namun terhambat literasi; dan (3) Bijak Proaktif—mampu mengonversi kemudahan digital menjadi peluang akumulasi aset. Temuan memperlihatkan bahwa tanpa literasi keuangan yang memadai, tekanan inflasi justru memperdalam kerentanan karena konsumsi tetap tinggi, sementara minat investasi tidak teraktualisasi. Diperlukan integrasi edukasi keuangan, fitur transparansi pengeluaran pada aplikasi, dan kampanye investasi digital agar ekosistem cashless tidak hanya memfasilitasi transaksi, tetapi juga mendorong kesejahteraan finansial jangka panjang.
Analisis Kepatuhan Prinsip Syariah dalam Pengelolaan Keuangan UMKM Kedai Kopi Kembodja: Studi Atas Integritas dan Transparansi Keuangan Salsabila Sukma; M. Farid Ilham; Cahyati Cahyati; Jesicca Putri; Joni Hendra K
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.10791

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan prinsip syariah, integritas, dan transparansi keuangan pada UMKM Kedai Kopi Kambodja di Kabupaten Bengkalis, Riau. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologis untuk mengeksplorasi makna praktik pengelolaan keuangan sehari-hari oleh pelaku usaha di wilayah kepulauan. Data dikumpulkan melalui observasi terstruktur, dokumentasi fisik atas buku kas manual dan nota pembelian, serta wawancara mendalam dengan pemilik dan karyawan kasir. Analisis data menerapkan model interaktif Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data dalam bentuk narasi dan matriks, serta verifikasi kesimpulan. Hasil menunjukkan bahwa Kedai Kopi Kambodja telah mengimplementasikan kepatuhan syariah secara substantif, tercermin dari penekanan kuat pada nilai kejujuran (sidq) dan amanah, serta integritas finansial yang menghindari riba, gharar, dan manipulasi data. Transparansi keuangan berjalan efektif di tingkat internal melalui keterbukaan pelaporan kas harian dan pencocokan fisik uang antar-pengelola setiap malam, tetapi secara eksternal masih belum optimal karena belum menerapkan SAK EMKM sebagai standar laporan resmi. Simulasi keuangan bulanan menunjukkan omzet gabungan kedua cabang mencapai rata-rata Rp75 juta, dengan skema kemitraan Musyarakah 50:50 dan alokasi laba ditahan 40% untuk strategi pembelian grosir guna menekan biaya kargo. Kendala utama yang dihadapi meliputi rendahnya literasi akuntansi, pencampuran dana pribadi dengan kas operasional, serta ketergantungan pada pencatatan manual yang rentan terhadap kesalahan silang antar-cabang. Penelitian ini merekomendasikan digitalisasi sistem pencatatan, pemisahan dana secara disiplin, dan pelatihan penyusunan laporan SAK EMKM untuk meningkatkan akuntabilitas eksternal, membangun kepercayaan perbankan syariah, serta menjamin keberlanjutan dan perluasan usaha jangka panjang.
Analisis Perilaku Pengelolaan Keuangan Berdasarkan Prinsip Syariah pada Mahasiswa Akuntansi Syariah di IAIN Datuk Laksemana Bengkalis Suci Fitria; Ahmad Ali Imran; Ferlisa Sukmalika; Asnita Asnita; Joni Hendra K
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.11027

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perilaku pengelolaan keuangan berdasarkan prinsip syariah pada mahasiswa Program Studi Akuntansi Syari’ah IAIN Datuk Laksemana Bengkalis. Pengelolaan keuangan yang baik menjadi hal penting bagi mahasiswa dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, terutama dalam mengatur pengeluaran, menabung, serta menghindari perilaku konsumtif yang tidak sesuai dengan nilai-nilai syariah. Kemampuan dalam mengatur keuangan secara baik dapat membantu seseorang memenuhi kebutuhan hidup, menghindari pemborosan, serta menciptakan kestabilan finansial di masa depan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan tujuan menggambarkan kondisi perilaku keuangan mahasiswa berdasarkan prinsip-prinsip syariah seperti kejujuran, kesederhanaan, tanggung jawab, dan penghindaran terhadap pemborosan serta transaksi yang mengandung riba. Penelitian ini melibatkan mahasiswa Akuntansi Syariah di IAIN Datuk Laksemana Bengkalis sebagai subjeknya. Untuk mengumpulkan data, para responden diberikan kuesioner. Selanjutnya, analisis deskriptif digunakan untuk mengevaluasi tingkat perilaku pengelolaan keuangan berbasis syariah di kalangan mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas mahasiswa telah menerapkan praktik pengelolaan keuangan yang baik, termasuk menyusun anggaran, menyisihkan uang untuk tabungan, dan mempertimbangkan cara menggunakan uang secara halal. Namun, karena tuntutan gaya hidup dan kebutuhan konsumsi mahasiswa, masih ada beberapa mahasiswa yang gagal mengelola pengeluaran mereka secara efektif. Penelitian ini diharapkan bisa memberikan pemahaman kepada mahasiswa serta meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya pengelolaan keuangan sesuai dengan prinsip syariah agar terciptanya perilaku finansial yang lebih bijak, bertanggung jawab, dan sesuai dengan nilai-nilai islam.