Nur Aidhilah Ma'rufi Amiruddin
Politeknik Nusantara Makassar

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Rekonstruksi Nilai Gotong Royong dalam Model Kelembagaan Kelompok Pembudidaya Ikan: Perspektif Pendidikan IPS Nur Aidhilah Ma'rufi Amiruddin; Darma Jaya Syahrudin
Haumeni Journal of Education Vol 6 No 1 (2026): Edisi Juni 2026
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/haumeni.v6i1.28847

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis rekonstruksi nilai gotong royong dalam model kelembagaan Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) di Desa Karya Makmur dalam perspektif Pendidikan IPS. Nilai gotong royong sebagai fondasi sosial masyarakat Indonesia seringkali mengalami pergeseran di era modern, sehingga diperlukan upaya rekonstruksi melalui wadah kelembagaan lokal untuk menjaga kohesi sosial dan keberlanjutan ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk mendalami bagaimana nilai-nilai tersebut diinternalisasi dalam manajemen kelompok dan implikasinya terhadap transformasi masyarakat. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan sosiologis. Subjek penelitian terdiri dari pengurus dan anggota kelompok pembudidaya ikan di Desa Karya Makmur. Data dikumpulkan melalui teknik observasi partisipatif untuk mengamati interaksi kolektif anggota, wawancara mendalam untuk menggali pemaknaan nilai gotong royong, serta dokumentasi kegiatan kelembagaan. Analisis data dilakukan secara deskriptif menggunakan teori fungsionalisme struktural untuk membedah peran strategis kelompok dalam menjaga keseimbangan sosial dan lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok pembudidaya ikan di Desa Karya Makmur berhasil merekonstruksi nilai gotong royong dari bentuk tradisional menjadi bentuk yang lebih terorganisir dalam pengelolaan ekowisata perairan dan rehabilitasi mangrove. Praktik ini tidak hanya meningkatkan kesejahteraan ekonomi anggota, tetapi juga memperkuat modal sosial dan kesadaran ekologi masyarakat. Dalam perspektif Pendidikan IPS, model kelembagaan ini berfungsi sebagai laboratorium sosial bagi penguatan karakter warga negara yang kolaboratif. Kesimpulannya, rekonstruksi nilai gotong royong dalam model kelembagaan ini terbukti efektif sebagai instrumen transformasi sosial dan lingkungan yang berkelanjutan.