Darma Jaya Syahrudin
Universitas Negeri Malang

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

SOSIALISASI PENYUSUNAN METODE PEMBELAJARAN AKOMODATIF KELAS INKLUSI PADA TUTOR HOMESCHOOLING SMART MAKASSAR Supriadi Torro; Sofia Sofia; Liza Dwi Eftiza Khairunniza; Rusdi Rusdi; Darma Jaya Syahrudin
Panrita Inovasi: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 1 June 2026
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56680/pijpm.v5i1.85636

Abstract

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi tutor di Homeschooling Smart Makassar dalam merancang pembelajaran di kelas inklusi. Masalah utama mitra adalah keterbatasan latar belakang pendidikan khusus para tutor sehingga kesulitan mengakomodasi keberagaman sensorik dan akademis siswa dalam satu ruang kelas. Sosialisasi dilakukan pada 9 Tutor dari Homeschooling Smart Makassar, metode pelaksanaan kegiatan meliputi tiga tahap utama: koordinasi dan uji awal (pre-test), pelaksanaan sosialisasi serta pendampingan klinis pada Januari 2026, dan evaluasi hasil (post-test). Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada aspek self-efficacy tutor dalam mengajar kelas inklusi sebesar 38%, yang diukur melalui kenaikan rata-rata skor evaluasi dari 58 (sebelum kegiatan) menjadi 80 (setelah kegiatan). Selain itu, kegiatan ini berhasil memfasilitasi penyusunan 1 buah modul panduan praktis metode pembelajaran akomodatif dan 9 draf Rencana Kegiatan Belajar (RKB) adaptif yang siap diimplementasikan oleh masing-masing tutor. 
Rekonstruksi Nilai Gotong Royong dalam Model Kelembagaan Kelompok Pembudidaya Ikan: Perspektif Pendidikan IPS Nur Aidhilah Ma'rufi Amiruddin; Darma Jaya Syahrudin
Haumeni Journal of Education Vol 6 No 1 (2026): Edisi Juni 2026
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/haumeni.v6i1.28847

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis rekonstruksi nilai gotong royong dalam model kelembagaan Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) di Desa Karya Makmur dalam perspektif Pendidikan IPS. Nilai gotong royong sebagai fondasi sosial masyarakat Indonesia seringkali mengalami pergeseran di era modern, sehingga diperlukan upaya rekonstruksi melalui wadah kelembagaan lokal untuk menjaga kohesi sosial dan keberlanjutan ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk mendalami bagaimana nilai-nilai tersebut diinternalisasi dalam manajemen kelompok dan implikasinya terhadap transformasi masyarakat. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan sosiologis. Subjek penelitian terdiri dari pengurus dan anggota kelompok pembudidaya ikan di Desa Karya Makmur. Data dikumpulkan melalui teknik observasi partisipatif untuk mengamati interaksi kolektif anggota, wawancara mendalam untuk menggali pemaknaan nilai gotong royong, serta dokumentasi kegiatan kelembagaan. Analisis data dilakukan secara deskriptif menggunakan teori fungsionalisme struktural untuk membedah peran strategis kelompok dalam menjaga keseimbangan sosial dan lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok pembudidaya ikan di Desa Karya Makmur berhasil merekonstruksi nilai gotong royong dari bentuk tradisional menjadi bentuk yang lebih terorganisir dalam pengelolaan ekowisata perairan dan rehabilitasi mangrove. Praktik ini tidak hanya meningkatkan kesejahteraan ekonomi anggota, tetapi juga memperkuat modal sosial dan kesadaran ekologi masyarakat. Dalam perspektif Pendidikan IPS, model kelembagaan ini berfungsi sebagai laboratorium sosial bagi penguatan karakter warga negara yang kolaboratif. Kesimpulannya, rekonstruksi nilai gotong royong dalam model kelembagaan ini terbukti efektif sebagai instrumen transformasi sosial dan lingkungan yang berkelanjutan.
INTEGRASI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM PRAKTIK PEMBELAJARAN DI KELAS: STRATEGI DAN TANTANGAN GURU SEKOLAH MENENGAH PERTAMA Darma Jaya Syahrudin; Yuswanti Ariani Wirahayu
Social Landscape Journal Vol 7, No 3 (2026): November
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56680/slj.v7i3.89917

Abstract

Character education is increasingly important in preparing students with not only academic competence but also integrity, social responsibility, and adaptability. This study examines how teachers strengthen student character through classroom practices and school culture in an Indonesian junior high school. A qualitative descriptive approach was employed at SMP Negeri 15 Kota Malang, Indonesia. Data were collected through in-depth interviews, observations, and documentation involving school leaders, teachers, homeroom teachers, and students as supporting informants, and were analyzed using the Miles and Huberman model of data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings show that teachers strengthen student character through four interconnected practices: role modelling, participatory learning, positive habituation, and the development of a supportive school culture. Character values, including discipline, responsibility, honesty, tolerance, and social concern, are integrated into lesson planning, classroom activities, teacher–student interactions, and school routines. Participatory activities such as group discussions, presentations, projects, and reflection provide opportunities for students to experience and practice these values, while school culture and hidden curriculum reinforce them through repeated everyday practices. However, the process is influenced by external factors, including students’ social environments, digital and social media exposure, limited parental involvement, and diverse student backgrounds. The study contributes a contextual understanding of character strengthening as an integrated process in which teachers provide role models, learning provides experience, school culture provides consistency, and collaboration with external environments extends the continuity of values. These findings suggest that character education should be embedded across classroom practice and school life while supported through stronger collaboration among schools, families, and communities.