This Author published in this journals
All Journal Currency
Syahrul Ramadhan
Ekonomi Syariah, Universitas Muhammadiyah Bima

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

TINJAUAN ETIKA BISNIS ISLAM DALAM PENGUAAN TIMBANGAN DALAAM JUAL BELI JAGU (STUDI KASUS PALELE JAGUNG KECAMATAN WAWO) Syahrul Ramadhan; Ihwan P Syamsudin; Umar Sagaf
Currency (Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah) Vol. 4 No. 2 (2026): Currency
Publisher : LP2M AL-KHAIRAT PAMEKASAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32806/currency.v4i2.2037

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan prinsip-prinsip etika bisnis Islam dalam praktik penggunaan timbangan pada transaksi jual beli jagung di Kecamatan Wawo serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi konsistensi penerapan prinsip tersebut dalam hubungan perdagangan antara petani dan palele. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi proses penimbangan, dan dokumentasi. Informan penelitian berjumlah 14 orang yang dipilih menggunakan teknik purposive dan snowball sampling, terdiri atas delapan petani, empat palele, dan dua tokoh masyarakat. Data dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña dengan validitas data melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip utama etika bisnis Islam, yaitu shiddiq (kejujuran), al-‘adl (keadilan), amanah, mas’uliyyah (tanggung jawab), dan tabligh (transparansi), belum sepenuhnya diterapkan dalam praktik perdagangan jagung. Ditemukan adanya keluhan petani terkait perbedaan hasil timbang sebesar 2–5 kg per karung yang berdampak pada tingkat kepercayaan dalam hubungan dagang. Namun, praktik penimbangan terbuka yang dilakukan oleh sebagian palele terbukti mampu memperkuat hubungan ekonomi jangka panjang. Penelitian ini menegaskan bahwa penerapan etika bisnis Islam tidak hanya bergantung pada komitmen moral individu, tetapi juga memerlukan dukungan tata kelola melalui tera ulang alat ukur, peningkatan literasi petani, dan sistem penimbangan yang transparan.