Articles
PERSPEKTIF MASYARAKAT LEWI SAPE KOTA BIMA TENTANG PRODUK WADIAH PADA BRI SYARIAH KCP KOTA BIMA
Siti Asmah;
Umar Sagaf
J-ESA (Jurnal Ekonomi Syariah) Vol 2 No 2 (2019): Desember
Publisher : Program Studi Ekonomi Syariah IAI Muhammadiyah Bima
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (869.65 KB)
Hasil penelitian menunjukkan sebagai berikut. (1) perspektif masyarakat Lewi Sape Kota Bima tentang produk-produk BRI Syariah Kcp Kota Bima. yaitu:(a) Penghimpun dana merupakan usaha yang dilakukan oleh Bank untuk mencari dana pada pihak deposan yang akan disalurkan kepada pihak kreditur dalam rangka penggunaan fungsi sebagai perantara antara pihak yang menyetor dengan pihak kreditor. (b) Perspektif masyarakat tentang Tabungan wadiah merupakan tabungan yang benar-benar bersifat titipan yang harus dikembalikan setiap saat sesuai apa yang diinginkan oleh pemilik titipan. (c) Perspektif masyarakat tentang Deposito wadiah merupakan sistem yang pembagian hasilnya dapat diatur oleh pemilik dana melalui akad yang telah dibuat bersama dengan pihak Bank pada awal pendaftaran deposito. (2) Adapun upaya untuk meningkatkan Produk-produk BRI Syariah Kcp Kota Bima yaitu: Meningkatkan kualitas dari produk-produk BRI Syariah Kcp Bima sangat efektif, Meyakinkan calon nasabah dengan melakukan persentase produk yang sangat menarik, Meningkatkan kualitas pemasaran produk-produk BRI Syariah, Mengoreksi dan mengecek kembali hal-hal yang masih kurang dalam produk-produk BRI Syariah
HIJRAH DAN TRANSFORMASI EKONOMI
Umar Sagaf
J-ESA (Jurnal Ekonomi Syariah) Vol 3 No 1 (2020): Juni
Publisher : Program Studi Ekonomi Syariah IAI Muhammadiyah Bima
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (457.028 KB)
Tren hijrah atau transformasi ke arah kehidupan lebih baik sesuai syariah Islam di kalangan masyarakat Muslim berdampak positif bagi sektor ekonomi nasional. Salah satu peristiwa penting dalam perkembangan sejarah Islam adalah peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW yang dilakukan pada tanggal 16 Juli 622 Masehi / 2 Rabiul Awal 1 H. Secara teologis, hijrah ini merupakan perintah langsung Allah kepada Nabi, dimana Allah berperan dalam menyiapkan, merencanakan dan memberikan perlindungan kepada Nabi (QS 8:30; QS 9:40). Secara sosiologis, hijrah dilaksanakan sebagai upaya untuk keluar dari tekanan yang sangat kuat, yang dilancarkan oleh kaum kafir Quraisy. Pembentukan opini publik berupa fitnah, pengasingan, tekanan secara fisik dan mental, embargo ekonomi, dan penyiksaan-penyiksaan sangat gencar dilakukan. Sehingga dalam konteks demikian, hijrah menjadi momentum yang sangat tepat
KINERJA SEKTOR PERTANIAN TERHADAP PEREKONOMIAN NTB DIMASA PANDEMI COVID-19
Rizky Amelia;
Umar Sagaf
J-ESA (Jurnal Ekonomi Syariah) Vol 3 No 2 (2020): Desember
Publisher : Program Studi Ekonomi Syariah IAI Muhammadiyah Bima
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (587.287 KB)
Sudah delapan bulan lamanya Indonesia menghadapi pandemi virus Corona (Covid-19). Sejak kasus pertama diumumkan pada awal Maret 2020. Salah satu kebijakan pengendalian terhadap penyebaran Covid-19 dilakukan pemerintah adalah dengan penerapan PSBB. Kebijakan tersebut menyebabkan pembatasan aktivitas masyarakat sehingga berimbas pada melambatnya perekonomian dalam negeri. BPS telah merilis pertumbuhan ekonomi Indonesia triwulan II tahun 2020 tumbuh negatif pada angka minus 5,32 persen (yoy). Triwulan II tahun 2020 provinsi NTB mengalami pertumbuhan negatif pada angka minus 1,41 persen (yoy) dari 17 lapangan usaha penyusun PDRB Provinsi NTB. Lapangan usaha sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan menjadi salah satu lapangan usaha yang tumbuh positif.
Analisis Implementasi Wakalah dalam Akad Murabahah Pada Produk Pembiayaan Unit Mikro di PT. Bank BRI Syariah TBK. KC Bima Soetta
Umar Sagaf;
Gunawan Gunawan
J-ESA (Jurnal Ekonomi Syariah) Vol 4 No 1 (2021): Juni
Publisher : Program Studi Ekonomi Syariah IAI Muhammadiyah Bima
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (698.971 KB)
|
DOI: 10.52266/jesa.v4i1.746
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa Implentasi Wakalah dalam Akad Murabahah Pada Produk Pembiayaan Unit Mikro di Bank BRI Syariah KC Bima, belum menjalankan fatwa DSN-MUI tersebut secara murni. Ketidakmurniannya terletak pada proses pengadaan barang dan penandatanganan lembar akad antara pihak bank dan nasabah. Dalam praktiknya Bank selaku penjual memberikan kebebasan pada nasabah untuk mencari sendiri barang yang diinginkan oleh nasabah, yang seharusnya pihak Bank yang menyediakan barang tersebut.
Analisis Jual Beli Paket Data Internet dalam Perspektif Ekonomi Islam Di Kecamatan Rasanae Barat Kota Bima
Umar Sagaf;
Suci Surianah
J-ESA (Jurnal Ekonomi Syariah) Vol 4 No 2 (2021): Desember
Publisher : Program Studi Ekonomi Syariah IAI Muhammadiyah Bima
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (368.563 KB)
|
DOI: 10.52266/jesa.v4i2.754
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Jual Beli Paket Data Internet Menurut Perspektif Ekonomi Islam. Untuk mencapai tujuan tersebut maka peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif dalam penelitian bersifat deskriptif yang mengarah pada fakta-fakta yang terjadi mengenai jual beli paket data internet dengan menggunakan pengumpulan data seperti wawancara, observasi, dan dokumentasi. Dan yang menjadi tempat penelitian disini adalah di Konter Apunk Cell, Konter Market Cell, dan Konter Royal Cell yang ada di Kecamatan Rasanae Barat Kota Bima. Setelah dilakukan penelitian maka di dapat kesimpulan bahwa (1) Jadi hukum jual beli kartu paket data internet ditinjau dari perspektif Sayyid Sabiq sebenarnya diperbolehkan, hanya saja Sayyid Sabiq mengatakan bahwa jual beli ini boleh terjadi ketika para pihak, penjual dan pembeli mengetahui keadaannya baik mencakup kuantitas dan kualitasnya, dikarenakan jual beli ini terdapat unsur ketidakjelasan dan ketidakpastian barang sehingga konsumen atau pembeli banyak yang dirugikan oleh tingkah pelaku usaha, maka dari itu jual beli ini dilarang sebagaimana dilihat dari pendapat Sayyid Sabiq, ia mengatakan jika hanya satu orang yang mengetahuinya maka jual belinya batal dan tidak sah karena terdapat unsur ketidakpastian dan ketidakjelasan (gharar).
PENGUATAN KOMPETENSI PENGELOLA KOPERASI SYARIAH DI KOTA BIMA
Ismail Ismail;
Muhammad Rasyad Al Fajar;
Al Maulud;
Umar Sagaf
Taroa: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 1 No 1 (2022): Januari
Publisher : LPPM IAI Muhammadiyah Bima
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (452.185 KB)
|
DOI: 10.52266/taroa.v1i1.738
Pengabdian ini dimaksudkan untuk memberikan penguatan sumber daya pengelola koperasi syariah di Kota Bima yang difokuskan pada akad-akad operasional Koperasi Syariah. Metode pengabdian berbentuk workshop dengan langkah-langkah pre test, pembobotan, diskusi dan pelatihan, dan evaluasi. Hasil pengabdian menunjukan bahwa, pertama, aplikasi akad Syariah Koperasi Syariah di Kota Bima hanya terbatas pada beberapa akad. Hal ini disebabkan oleh beberapa hal, seperti, keterbatasan dana, tidak amanahnya penerima manfaat akad, dan keterbatasan pemahaman pengelola terhadap akad Syariah. Kedua, pengelola Koperasi Syariah di Kota Bima sebagai peserta merasa terbantu dengan kegiatan ini karena tidak hanya dapat meningkatkan kompetensi melainkan juga menjawab keraguan operasional koperasi mereka.
Peran Lembaga Pemasyarakatan Dalam Pembentukan Kesadaran Narapidana di Bima NTB
S, Sukirman;
N, Nasrullah;
J, Jufrin;
Amin, Muhamad;
A, Ahmad;
Imaduddin, M Asad;
Sagaf, Umar
Media Hukum Indonesia (MHI) Vol 2, No 2 (2024): June
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.5281/zenodo.11114606
This research was conducted by analyzing the role of correctional institutions in forming the awareness of prisoners in Bima NTB and the obstacles experienced by correctional institutions in forming the awareness of prisoners in Bima NTB. The type of research used in this research is empirical law or non-doctrinal legal research, namely the type of research that will focus on examining field realities and combining them with legal rules, legal principles and legal norms contained in statutory regulations or positive law. The results of the research show that the role of correctional institutions in forming awareness of prisoners in Bima, NTB, correctional development of prisoners in Bima detention center has been carried out very well, considering that all training activities carried out in prisons are activities that have been determined by the laws and regulations relating to prisons and Coaching, in other words, coaching in the detention center has been carried out in a structured manner with a correctional system that upholds the elements of education and character building for prisoners as the main focus of coaching. The efforts made in providing guidance to prisoners are shared by all prisoners from skills activities and providing seminars for prisoners to inspire their minds to change and live a better life, both spiritually and physically. Apart from that, the obstacles faced by supervisors in carrying out community development for prisoners at the Bima Detention Center are limited time and human resources, namely the ability of a supervisor to carry out guidance. Facilities and infrastructure that meet the criteria but are still less efficient in their use due to situations and conditions that sometimes prevent prisoners from using some facilities.
PERAN LEMBAGA KEUANGAN SYARIAH DALAM PENINGKATAN PERAN PEREMPUAN PADA SEKTOR PERTANIAN
Nasaruddin, Nasaruddin;
Sagaf, Umar;
Ismail, Ismail;
Wahyunti, Sri
J-ESA (Jurnal Ekonomi Syariah) Vol 5 No 1 (2022): Juni
Publisher : Program Studi Ekonomi Syariah IAI Muhammadiyah Bima
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52266/jesa.v5i1.1180
Lembaga keuangan Syariah, memiliki potensi yang signifikan untuk pembiayaan pertanian karena lembaga keuangan syariah adalah sebagai lembaga intermediasi keuangan yang mampu memecahkan permasalahan yang terjadi disektor pertaniaan yaitu kelemahan dukungan modal. Perempuan memiliki peran yang sangat penting dalam pengelolaan ekonomi keluarga, perempuan bertugas mengatur penggunaan harta dengan efisien serta membantu meningkatan penghasilan suaminya dalam mengolah hasil dari sektor pertanian. Tujuan penelitan untuk mengetahui peran perempuan dalam pembangunan ekonomi keluarga berdasarkan perspektif Islam, peran produktif perempuan di sektor pertanian dan peran Lembaga Keuangan Syariah dalam meningkatkan produktifitas perempuan pada sektor pertanian. Metodelogi yang digunakan yaitu studi literatur, penulis menggunakan sumber penelitian empiris dengan mengumpulkan data dan informasi yang berkaitan dengan Lembaga keuangan syariah dan peran perempuan disektor pertanian. Hasil penelitian peran perempuan dalam Islam adalah mendidik anak-anaknya dan mengelola ekonomi keluarga. Peran produktif perempuan disektor pertanian yang cocok yaitu home indurtry dan lembaga keuangan syariah berperan dalam sosialisasi pembentukan kelompok perempuan pengolah hasil pertanian, Memberikan bantuan modal lunak dalam pengelolaan industri pengolahan hasil pertanian, Adanya pengawasan oleh Dewan Pengawas Syariah, Adanya kontrol terhadap tabungan
POTENSI DESA DAN STRATEGI PENERAPAN EKONOMI ISLAM DALAM PENGELOLAAN BISNIS BUMDES DESA RUPE
Ibrahim, Ibrahim;
Rafiuddin, Rafiuddin;
Sagaf, Umar;
Ismail, Ismail
J-ESA (Jurnal Ekonomi Syariah) Vol 5 No 2 (2022): Desember
Publisher : Program Studi Ekonomi Syariah IAI Muhammadiyah Bima
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52266/jesa.v5i2.1181
Berangkat dari permasalahan belum maksimalnya peran lembaga BUMDes Desa Rupe sebagai penggerak usaha desa yang membawa misi sosial dan misi komersial, yang disinyalir disebabkan oleh rendahnya kapasitas SDM, ketidak mampuan menentukan unit-unit usaha yang tidak didasarkan pada potensi desa serta kesadaran spiritual masyarakat yang ingin berekonomi dengan prinsi-prinsip syariah yang belum diwadahi oleh bisnis BUMDes. Jenis penelitian ini deskriptif kualitatif menggunakan analisis SWOT dan analisis Potensi Desa. Adapun hasil analisa potensi desa sektor usaha yang layak untuk dikembangkan BUMDes Desa Rupe adalah usaha di sektor riil (pertanian, peternakan dan perikanan), sektor perdagangan, wisata, dan sektor agroindustri. Sedangkan hasil analisis SWOT merekomendasikan (a) Strategi S-O Pendekatan pengelolaan Bisnis BUMDes menggunakan prinsip-prinsip Islam dengan strategi pengelolaan unit bisnis berbasis pada sektor riil dan unit bisnis lembaga keuangan mikro syariah. (b) Strategi W-O strategi pengembangan SDM dan enterprenuership (c) Strategi S-T strategi implementasi ekonomi Islam. (d) Strategi W-T Membangun kesadaran dan dorongan motivasi untuk bekerja dan bersyirkah dengan konsep Islam, Menanamkan nilai-nilai kepedulian terhadap produk lokal desa, Meningkatkan partisipasi pelaku usaha dan Mengembangan berberapa lini usaha
TRANSAKSI JUAL BELI VALUTA ASING SECARA SPOT PADA BANK SYARIAH BERDASARKAN PANDANGAN AL-GHAZALI DAN IBNU TAIMIYAH
Amelia, Rizky;
Sagaf, Umar;
Wahyunti, Sri
J-ESA (Jurnal Ekonomi Syariah) Vol 6 No 1 (2023): Juni
Publisher : Program Studi Ekonomi Syariah IAI Muhammadiyah Bima
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52266/jesa.v6i1.1258
Transaksi jual beli mata uang asing pada bank syariah di Indonesia diperbolehkan melalui Fatwa Dewan Syariah Nasional (DSN) MUI Nomor 28/DSN-MUI/III/2002. Berdasarkan fatwa tersebut transaksi jual beli mata uang asing pada bank syariah adalah halal dengan syarat untuk memperlancar kebutuhan transaksi yang melibatkan mata uang asing dan tidak untuk tujuan spekulasi, nilai mata uang sejenis nilainya harus sama dan pembayaran secara tunai (transaksi spot) dan apabila berlainan jenis maka harus dilakukan dengan nilai tukar (kurs) yang berlaku pada saat transaksi dilakukan secara spot. Namun konsep jual beli mata uang asing ini memiliki selisih antara harga jual dan harga beli yang ditetapkan pada masing-masing bank syariah. Namun pada transaksi jual beli mata uang asing terdapat selisih antara harga jual dan harga beli sehingga memungkinkan terjadinya Tindakan spekulasi dan perbuatan maisir.