Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Program Internal Komunitas Digital dan Kapasitas Penjualan Anggota Affiliatepreneurs.id: Analisis pada Digital Product Knowledge dan Self-Efficacy Fikri Azis; Nabila Sekar Arum Hasanah
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 4 (2026): Juli 2026 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/altifani.v6i4.1276

Abstract

Komunitas digital berbasis perempuan semakin berperan strategis sebagai ekosistem pembelajaran nonformal dalam ekonomi digital Indonesia yang tumbuh pesat. Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh program internal komunitas Affiliatepreneurs.id terhadap digital product knowledge dan self-efficacy penjualan anggota. Pendekatan kuantitatif eksplanatif dengan metode survei diterapkan pada 51 anggota aktif yang dipilih melalui purposive sampling, dianalisis menggunakan regresi linear sederhana. Power analysis Cohen (1988) menjustifikasi ukuran sampel: N = 51 memberikan daya statistik memadai (0,80) untuk mendeteksi effect size menengah pada alpha = 0,05. Secara deskriptif, program internal komunitas (mean = 4,12), digital product knowledge (mean = 4,18), dan self-efficacy penjualan (mean = 4,05) berada pada kategori tinggi. Namun secara inferensial, program komunitas tidak berpengaruh signifikan terhadap digital product knowledge (R² = 0,001; Sig. = 0,834) maupun self-efficacy penjualan (R² = 0,062; Sig. = 0,078), meskipun keduanya menunjukkan arah positif. Temuan ini mengindikasikan paradoks kepuasan-dampak: anggota mempersepsikan program komunitas secara positif, namun persepsi tersebut belum menghasilkan perubahan kapasitas yang terukur secara statistik. Penelitian ini memberikan kontribusi bagi literatur pembelajaran nonformal berbasis komunitas, self-efficacy pemasaran digital, dan pemberdayaan ekonomi perempuan dalam ekosistem affiliate marketing Indonesia, sekaligus menjadi dasar evaluatif bagi pengelola komunitas