Mahasiswa merupakan kelompok yang rentan mengalami perubahan gaya hidup, seperti peningkatan konsumsi kafein, gangguan kualitas tidur, dan pola makan tidak teratur yang dapat memicu Night Eating Syndrome (NES) serta meningkatkan risiko status gizi lebih. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan asupan kafein, kualitas tidur, NES dengan status gizi pada mahasiswa berdasarkan hasil penelitian terdahulu. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan menelaah artikel ilmiah yang diperoleh melalui Google Scholar dan Publish or Perish menggunakan kata kunci “kafein”, “kualitas tidur”, “Night Eating Syndrome”, dan “status gizi”. Artikel yang digunakan merupakan publikasi tahun 2019-2025 dan diseleksi berdasarkan kriteria inklusi serta eksklusi yang telah ditetapkan. Hasil telaah terhadap tujuh artikel menunjukkan bahwa sebagian besar penelitian menemukan adanya hubungan signifikan antara konsumsi kafein dan kualitas tidur, kualitas tidur dan status gizi, serta NES dan status gizi lebih. Mahasiswa yang memiliki kebiasaan makan malam atau mengalami NES cenderung memiliki risiko lebih tinggi mengalami overweight dan obesitas. Meskipun beberapa penelitian menunjukkan hasil yang tidak signifikan, mayoritas temuan mengindikasikan adanya keterkaitan antara asupan kafein, kualitas tidur, NES, dan status gizi. Disimpulkan bahwa konsumsi kafein, kualitas tidur, dan NES merupakan faktor yang saling berhubungan dan berpotensi memengaruhi status gizi mahasiswa.