Handihka Ramadhan
BPJS Kesehatan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS KESIAPAN APLIKASI DIGITAL MOBILE JKN DALAM MENINGKATKAN KEPERCAYAAN PENGGUNA BPJS KESEHATAN Meliana Satimo; Handihka Ramadhan; Bobby Cahyadi
Premium Insurance Business Journal Vol. 13 No. 1 (2026): PREMIUM INSURANCE BUSINESS JOURNAL, JULI 2026
Publisher : P3M Trisakti School of Insurance (TSI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35904/xaw3tz81

Abstract

Kemajuan pesat transformasi digital telah mendorong lembaga pelayanan publik untuk beralih ke platform elektronik. Sebagai respons, BPJS Kesehatan telah memperkenalkan aplikasi Mobile JKN; namun, masalah teknis dan kesenjangan komunikasi yang terus-menerus dilaporkan oleh pengguna menimbulkan kekhawatiran terkait kepercayaan digital. Studi ini meneliti tingkat kesiapan digital aplikasi Mobile JKN dan pengaruhnya terhadap kepercayaan pengguna dengan menganalisis dimensi-dimensi kunci, termasuk kemudahan penggunaan yang dirasakan, stabilitas sistem, kualitas layanan digital, keamanan data, dan keselarasan fitur dengan kebutuhan pengguna. Dengan menggunakan pendekatan analisis konten, penelitian ini memanfaatkan konten yang dihasilkan pengguna yang diperoleh dari Google Play Store. Prosedur metodologis meliputi ekstraksi ulasan dan peringkat, pembersihan dan penghapusan duplikasi data, analisis kuantitatif distribusi peringkat (satu hingga lima bintang), dan analisis tematik kualitatif melalui pengkodean dan sintesis sistematis untuk mengembangkan model konseptual yang menghubungkan kesiapan digital dan kepercayaan digital. Temuan tersebut selanjutnya divalidasi melalui triangulasi dengan literatur yang relevan. Studi ini berkontribusi dengan menyediakan kumpulan data konten yang dihasilkan pengguna yang telah divalidasi, model kesiapan kepercayaan konseptual, dan wawasan empiris yang memperluas literatur tentang manajemen layanan publik digital, sekaligus menawarkan implikasi berbasis bukti untuk meningkatkan stabilitas aplikasi, pengalaman pengguna, dan kepercayaan publik pada layanan kesehatan digital.
Paradoks Kesiapan Kerja dalam Konteks Keterlibatan dan Komitmen Pegawai Handihka Ramadhan; Sitti Rakhman
Jurnal Deliberatif Vol. 3 No. 2 (2025): Volume
Publisher : Jaringan Pemberdayaan Politik Lingkungan Hidup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesiapan kerja (job readiness) semakin menjadi isu strategis dalam pengelolaan sumber daya manusia, khususnya di organisasi sektor publik yang menghadapi dinamika perubahan kebijakan dan tuntutan kinerja yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan menjelaskan paradoks kesiapan kerja, yaitu kondisi ketika keterlibatan dan komitmen pegawai berada pada tingkat tinggi, namun tidak berbanding lurus dengan kesiapan kerja yang dirasakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan tinjauan literatur kritis yang diperkuat dengan analisis data sekunder dari Survei Opini Pegawai BPJS Kesehatan tahun 2024 sebagai konteks empiris. Hasil sintesis menunjukkan bahwa meskipun tingkat keterlibatan, kepuasan, dan komitmen pegawai berada pada kategori sangat tinggi, Indeks Kesiapan Kerja justru berada pada tingkat yang memerlukan perhatian. Analisis lebih lanjut mengungkap bahwa aspek psikologis-adaptif, khususnya persepsi diri (self-view) dan fleksibilitas, menjadi faktor utama yang melemahkan kesiapan kerja. Temuan ini menegaskan bahwa kesiapan kerja merupakan konstruk yang berdiri sendiri dan tidak dapat diasumsikan sebagai konsekuensi otomatis dari keterlibatan dan komitmen pegawai. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan literatur manajemen sumber daya manusia dengan memperkenalkan konsep paradoks kesiapan kerja sebagai kerangka analitis untuk memahami ketidaksinkronan antara sikap kerja afektif dan kesiapan adaptif pegawai. Secara praktis, hasil penelitian ini menekankan pentingnya strategi pengelolaan sumber daya manusia yang tidak hanya berfokus pada peningkatan keterlibatan dan loyalitas, tetapi juga pada penguatan kesiapan psikologis dan kompetensial pegawai.