Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

CONTEMPORARY LINGUISTIC TRENDS AND THEIR APPLICATIONS IN ARABIC LANGUAGE TEACHING Althaf Javid H. Aziz; Dewy Sartika; Hayatun Nissa; Dika Syam El-Fathony; Fachrul Ghazi
LANGUAGE : Jurnal Inovasi Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/language.v6i3.11888

Abstract

ABSTRACT Modern linguistic schools, such as structuralism, transformational-generative linguistics, functionalism, and sociolinguistics, have made significant contributions to the development of language theory and teaching practices. In Arabic language learning, understanding these linguistic approaches serves as a strategic foundation for designing curricula, instructional methods, and assessment systems that are more effective and responsive to learners’ needs. This study aims to identify the major schools of modern linguistics, analyze their fundamental characteristics, and examine their relevance to Arabic language teaching. The study employs a library research method with a descriptive-analytical approach through the review of various primary and secondary sources in both theoretical and applied linguistics. The findings indicate that each linguistic school offers distinct perspectives for Arabic language learning, ranging from strengthening structural and grammatical aspects to developing communicative competence and incorporating social and cultural contexts into the learning process. The study further reveals that no single linguistic approach can fully address the diverse needs of Arabic language instruction. Therefore, an integrative approach that combines the strengths of various linguistic schools is necessary to accommodate different learning objectives, instructional materials, and learner characteristics. In conclusion, the integrated application of modern linguistic approaches can enhance the effectiveness of Arabic language teaching while fostering learners’ linguistic and communicative competence. ABSTRAK Aliran linguistik modern seperti strukturalisme, transformasional-generatif, fungsionalisme, dan sosiolinguistik telah memberikan kontribusi penting terhadap perkembangan teori dan praktik pengajaran bahasa. Dalam pembelajaran bahasa Arab, pemahaman terhadap berbagai aliran linguistik menjadi landasan strategis untuk merancang kurikulum, metode pembelajaran, dan sistem evaluasi yang lebih efektif serta sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi aliran-aliran linguistik modern utama, menganalisis karakteristik dasarnya, serta mengkaji relevansinya dalam pembelajaran bahasa Arab. Metode yang digunakan adalah kajian pustaka (library research) dengan pendekatan deskriptif-analitis melalui penelaahan berbagai sumber primer dan sekunder dalam bidang linguistik teoretis maupun terapan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap aliran linguistik menawarkan perspektif yang berbeda dalam pembelajaran bahasa Arab, mulai dari penguatan aspek struktural dan gramatikal, pengembangan kompetensi komunikatif, hingga pemanfaatan konteks sosial dan budaya sebagai bagian dari proses pembelajaran. Temuan ini mengindikasikan bahwa tidak ada satu aliran yang sepenuhnya mampu menjawab seluruh kebutuhan pembelajaran bahasa Arab, sehingga diperlukan pendekatan integratif yang mengombinasikan keunggulan berbagai aliran linguistik sesuai dengan tujuan, materi, dan karakteristik peserta didik. Dengan demikian, penerapan pendekatan linguistik modern secara terpadu dapat meningkatkan efektivitas pembelajaran bahasa Arab sekaligus memperkuat kompetensi kebahasaan dan komunikatif peserta didik.
ANALISIS KOMPARATIF PEMBELAJARAN MAHĀRAH TAḤADDUTS SARJANA PBA UIN RADEN INTAN DAN SASTRA ARAB YARMOUK UNIVERSITY Althaf Javid H. Aziz; Syaripudin Basyar; Zulhannan Zulhannan
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educator.v6i4.16114

Abstract

ABSTRACT Differences in Arabic language-use environments offer a perspective for understanding why speaking instruction does not always provide learners with comparable language experiences. This study examines mahārah taḥadduts through a comparison of the Arabic Language Education Program at UIN Raden Intan Lampung, Indonesia, and the Arabic Literature Program at Yarmouk University, Jordan. A qualitative approach was employed using a comparative case study design. Data were collected through observations, semi-structured interviews with lecturers, program heads, students, and alumni, as well as document analysis. The data were analyzed using the Miles and Huberman model, supplemented by within-case and cross-case analyses, while triangulation was employed to establish data trustworthiness. Both programs demonstrated relatively similar instructional patterns involving topic selection, preparation, presentations, dialogue, and question-and-answer sessions. The most notable distinction concerned their language-use environments. At UIN Raden Intan Lampung, speaking practice was largely confined to formally structured learning settings (by design), whereas at Yarmouk University, Arabic was also used in academic interactions and everyday communication (given). These differences were associated with variations in practice opportunities, forms of oral production, and affective-linguistic barriers, without treating the language environment as the sole determining factor. These findings inform the proposed Tiered Oral Production Model, which distinguishes scheduled production (Layer 1) from contextual production (Layer 2). Developing speaking proficiency therefore requires broader opportunities to use Arabic beyond the classroom, alongside further testing of the model across diverse educational contexts. ABSTRAK Perbedaan lingkungan penggunaan bahasa Arab memberikan perspektif untuk memahami mengapa pembelajaran keterampilan berbicara tidak selalu menghasilkan pengalaman berbahasa yang serupa. Penelitian ini menelaah pembelajaran mahārah taḥadduts melalui perbandingan Program Studi Pendidikan Bahasa Arab UIN Raden Intan Lampung dan Program Studi Sastra Arab Yarmouk University, Yordania. Kajian dilakukan dengan pendekatan kualitatif melalui desain studi kasus komparatif. Observasi, wawancara semi-terstruktur dengan dosen, ketua program studi, mahasiswa, dan alumni, serta dokumentasi digunakan untuk memperoleh data. Analisis mengikuti model Miles dan Huberman, kemudian diperdalam melalui penelaahan dalam-kasus dan lintas-kasus; triangulasi digunakan untuk memeriksa keabsahan data. Kedua program studi memperlihatkan pola instruksional yang relatif serupa, meliputi penentuan tema, persiapan, presentasi, dialog, dan tanya jawab. Pembeda yang menonjol terdapat pada ekologi penggunaan bahasa. Di UIN Raden Intan Lampung, praktik berbicara lebih banyak terikat pada ruang pembelajaran yang dirancang secara formal (by design), sedangkan di Yarmouk University bahasa Arab juga hadir dalam interaksi akademik dan keseharian (given). Perbedaan ini berkaitan dengan variasi kesempatan praktik, bentuk produksi lisan, dan hambatan afektif-linguistik, tanpa menempatkan lingkungan sebagai faktor tunggal. Temuan tersebut melandasi usulan Model Produksi Lisan Bertingkat, yang membedakan produksi terjadwal (Lapis 1) dan produksi kontekstual (Lapis 2). Pengembangan keterampilan berbicara karena itu perlu memperluas kesempatan penggunaan bahasa Arab di luar kelas sekaligus menguji model tersebut pada konteks pendidikan yang beragam.