Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Dampak Sanksi Uni Eropa Terhadap Impor Batu Bara Rusia Dalam Kerangka European Green Deal Pasca Invasi Ukraina 2022 Caitlyn Ripazel Namora; Silvira Anggraini
Social Science Research Journal Vol. 2 No. 2 (2025): Juni
Publisher : Inovasi Saintific Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67664/ssrj.v2i2.27

Abstract

Penelitian ini menganalisis dampak sanksi Uni Eropa terhadap impor batubara Rusia dalam kerangka European Green Deal pasca invasi Ukraina 2022. Masalah yang dibahas adalah bagaimana sanksi ekonomi yang diberlakukan Uni Eropa memengaruhi transisi energi dalam konteks European Green Deal. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis apakah sanksi tersebut berperan sebagai katalisator yang mempercepat implementasi visi European Green Deal atau justru memperlambat transisi energi berkelanjutan. Penelitian menggunakan metodologi kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis, mengandalkan data sekunder dari dokumen resmi, laporan kebijakan, dan literatur akademis terkait kebijakan energi Uni Eropa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun sanksi menyebabkan ketergantungan jangka pendek pada batubara domestik di beberapa negara anggota, secara paradoks juga mempercepat transformasi energi melalui kebijakan REPowerEU yang meningkatkan target energi terbarukan. Kesimpulannya, tekanan geopolitik yang timbul dari konflik Ukraina telah bertindak sebagai katalisator yang mempercepat transisi energi dan mendorong Uni Eropa untuk memperkuat ketahanan energi dengan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil impor
Politik Ekonomi Remitansi di Filipina (2015–2024): Analisis Peran Pekerja Migran Dalam Perekonomian Nasional dan Kebijakan Diplomasi Tenaga Kerja Caitlyn Ripazel Namora; Silvira Anggraini
Social Science Research Journal Vol. 2 No. 3 (2025): Oktober
Publisher : Inovasi Saintific Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menganalisis politik ekonomi remitansi di Filipina periode 2015-2024 dengan fokus pada peran pekerja migran dalam stabilitas perekonomian nasional dan kebijakan diplomasi tenaga kerja. Menggunakan kerangka Ekonomi Politik Internasional (IPE) yang dikombinasikan dengan New Economics of Labor Migration (NELM) dan teori Labor/Diaspora Diplomacy, studi ini menemukan bahwa remitansi telah menjadi pilar fundamental ekonomi Filipina dengan kontribusi rata-rata 9-10% terhadap GDP. Namun, ketergantungan struktural ini menciptakan paradoks: sementara remitansi menstabilkan ekonomi makro dan mengurangi kemiskinan, kebijakan ekspor tenaga kerja justru melanggengkan ketidakmampuan negara menciptakan lapangan kerja domestik yang memadai. Diplomasi tenaga kerja Filipina, meskipun telah berkembang menjadi instrumen penting dalam hubungan bilateral, lebih berfungsi sebagai mekanisme reaktif untuk proteksi pekerja migran daripada strategi transformatif untuk mengubah ketergantungan struktural. Penelitian ini menyimpulkan bahwa politik ekonomi remitansi Filipina mencerminkan instrumentalisasi strategis migrasi tenaga kerja, namun menghadapi dilema antara kepentingan ekonomi jangka pendek dan pembangunan berkelanjutan jangka panjang.