Penelitian ini bertujuan menganalisis Implementasi Program Desa Tangguh Bencana pada tahapan pra-bencana di Kecamatan Caringin Kabupaten Bogor serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat pelaksanaan program. Kabupaten Bogor secara geografis dan topografis sebagian besar berupa dataran tinggi, perbukitan dan pegunungan serta dialiri oleh 6 DAS sehingga menjadi titik berpotensi bencana tinggi. Selama 5 tahun terakhir, Kecamatan Caringin menduduki peringkat tertinggi zona merah rawan bencana di Kabupaten Bogor. Untuk mengantisipasi tantangan tersebut. BNPB mengeluarkan sebuah Program berbasis relawan, Program Desa Tangguh Bencana (Destana) sebagai program yang dapat mempersiapkan masyarakat dalam kesiaapsiagaan bencana. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dokumentasi dan studi literatur. 0pengambilan informan menggunakan teknik purposive sampling snowball dan analisis data dilakukan menggunakan teknik reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan data serta model implementasi Grindle. Hasil penelitian menunjukan bahwa implementasi Program Destana dalam tahapan pra-bencana di Kecamatan Caringin sudah berjalan dengan baik dengan pembentukan tim relawan destana di masing-masing desa berdasarkan surat keputusan kepala desa, penyaluran dana dari APBDes, hingga pelatihan yang diberikan oleh BPBD namun masih terdapat beberapa tantangan seperti kurangnya pelatihan dan pengembangan kapasitas sumber daya relawan, penyebaran program yang belum sampai ke lapisan rumah tangga dan partisipasi masyarakat yang minim.