Tulisan ini menganalisis hubungan tipologis antara Nabi besar yaitu Musa dan Yesus sebagai Mesias yang dijanjikan dalam perspektif pembebasan dan penebusan. Dalam sejarah karya keselamatan Allah untuk umat manusia, memiliki pola atau model dengan menggunakan istilah tipologi. Salah satu pemimpin besar dalam Perjanjian Lama Musa yang memimpin bangsa Israel keluar dari perbudakan di Mesir dan menerima hukum Taurat adalah salah satu tokoh yang dilihat sebagai gambaran awal dari Mesias yang dijanjikan yaitu Yesus Kristus sebagai antitipenya yang memberikan hukum kasih sebagai penyempurna dari hukum Taurat. Pentingnya meneliti Tipologi Musa dan Yesus agar orang Kristen dapat memahami lebih dalam tentang rencana keselamatan Allah yang berkarya dengan memiliki pola yang berkesinambungan dan saling terhubung dalam Perjanjian Lama hingga Perjanjian Baru serta kita dapat melihat penggenapan dari nubuat dalam Perjanjian Lama melalui tokoh Musa yang menerima Wahyu Allah bahwa akan datang seorang Nabi seperti dirinya (Ulangan 18:15-19). Melalui kajian Pustaka dan analisis tipologi Musa dan Yesus selain dari kelahiran, peran sebagai pembebas, mediator perjanjian, mukjizat, pengalaman rohani, serta nubuat mesianik. Kesimpulannya Yesus adalah penggenapan sempurna dari figur Musa, membawa umat manusia bukan hanya keluar dari perbudakan fisik, tetapi juga kuasa dosa dan maut serta membantu kita menerapkan prinsip-prinsip Alkitab dalam kehidupan sehari-hari.