Puskesmas Arjasa menghadapi tantangan dengan sistem registrasi pasien berbasis Microsoft Excel yang ada saat ini, dimana petugas menginputkan secara manual pada Excel yang menyebabkan permasalahan seperti meningkatnya jumlah kunjungan pasien setiap bulan. Hal ini mengakibatkan kesulitan bagi petugas pendaftaran untuk menangani masuknya pasien, hal tersebut menyebabkan tertundanya entri registrasi. Dari tertundanya entri registrasi itu pun mengakibatkan keterlambatan pengiriman laporan ke Dinas Kesehatan, hal tersebut dibuktikan dengan laporan Puskesmas pada tahun 2021 dimana Puskesmas Arjasa menjadi salah satu Puskesmas yang belum menyetorkan laporan 10 besar penyakit. Selain itu, kurangnya laporan mengenai distribusi kunjungan pasien dan penyakit berdasarkan lokasi pasien menghambat strategi program kesehatan Puskesmas Arjasa sehingga menghambat penetapan sasaran yang tepat. Tujuan dari penelitian ini adalah merancang dan membuat sistem pemetaan kunjungan pasien di Wilayah Puskesmas Arjasa yang diharapkan akan dapat membantu petugas Puskesmas Arjasa dalam mengelola kunjungan pasien dan menyusun strategi untuk mendukung tujuan preventif (pencegahan) Puskesmas. Pada proses peningkatan sistem, penelitian ini menggunakan metode peningkatan model waterfall (Sommerville). Metode tersebut diawali dengan mengidentifikasi dan menganalisis kebutuhan perangkat lunak, mendesain, membuat pengkodean sistem dan pengujian sistem. Hasil dari penelitian ini adalah pencegahan kenaikan angka kesakitan dan kunjungan dari data yang didapat dari sistem pemetaan kunjungan pasien Puskesmas Arjasa.