Maria Goreti Riski Wulandari
Politeknik Negeri Jember

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Faktor Penyebab Keterlambatan Pengembalian Rekam Medis Rawat Inap di Rumah Sakit X Maria Goreti Riski Wulandari; Ervina Rachmawati; Rossalina Adi Wijayanti; Selvia Juwita Swari
Health & Medical Sciences Vol. 2 No. 4 (2025): August
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v2i4.764

Abstract

Diketahui bahwa Rumah Sakit X masih mengalami keterlambatan pengembalian berkas sebanyak 51%. Tujuan penelitian adalah menganalisis faktor penyebab keterlambatan. Jenis penelitian kualitatif menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian yaitu 1 kepala RM, 1 PMIK, 2 admin ruangan, dan 7 Kepala Ruangan. Hasil penelitian pada variabel individu kemampuan dan keterampilan dan latar belakang tidak menjadi faktor penyebab keterlambatan. Variabel organisasi sumber daya, kepemimpinan, dan desain pekerjaan menjadi faktor penyebab keterlambatan. Variabel psikologi sikap tidak menjadi faktor penyebab sedangkan motivasi menjadi faktor penyebab keterlambatan. Kesimpulannya yang menjadi faktor penyebab keterlambatan adalah pemahaman petugas yang kurang terkait penggunaan e-setor, arahan, dukungan, dan evaluasi yang belum terselenggara secara berkala, belum maksimalnya penerapan jobdesk, belum terdapat motivasi pemberian reward atau punishment. Sarannya adalah kepala RM dibantu dengan kepala instalasi rawat inap merencanakan adanya sosialisasi dan arahan terkait penggunaan e-setor, kepala RM merumuskan adanya pedoman penggunaan e-setor, diadakan evaluasi secara berkala dibantu dengan adanya formulir monev untuk mengetahui feedback dari ruangan. Arahan, dukungan, dan evaluasi baik dari kepala ruangan, kepala instalasi rawat inap, serta kepala RM untuk selalu secara rutin dan konsisten minimal 1 bulan sekali. Pihak atasan dapat menganggarkan dan memberikan reward berupa penghargaan atau punishment kepada kepala ruangan/admin ruangan.