Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Jumlah Objek Wisata, Akomodasi Hotel Berbintang dan Tidak Berbintang terhadap Jumlah Wisatawan di 34 Provinsi di Indonesia Tahun 2024 Evansyah Hadyan Indrastata; Vania Meisya Putri Ariyanto; Achmad Rafi Khairullah; Dias Puji Alvianto; Pardomuan Robinson Sihombing
Jurnal Akuntansi dan Bisnis Syariah Vol 3 No 2 (2026): Edisi 5
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35897/hasina.v3i2.2581

Abstract

Baru-baru ini Indonesia mendapat penghargaan sebagai negara Top Destination (Negara dengan tujuan wisata utama) bersanding dengan negara-negara lainya seperti Australia, Maladewa, Turki, dll. Hal ini menunjukkan bahwa Pariwisata menjadi sektor yang penting bagi negara Indonesia termasuk perekonomian terutama dalam penerimaan devisa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh jumlah objek wisata, akomodasi hotel berbintang, dan akomodasi hotel non-berbintang terhadap jumlah wisatawan di 34 provinsi di Indonesia pada tahun 2024. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS). Metode analisis yang digunakan adalah regresi linear berganda dengan bantuan aplikasi STATA, disertai uji asumsi klasik yang meliputi uji normalitas, heteroskedastisitas, dan multikolinearitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan ketiga variabel independen berpengaruh signifikan terhadap jumlah wisatawan, dengan nilai koefisien determinasi sebesar 0,7675 yang berarti model mampu menjelaskan 76,75% variasi jumlah wisatawan. Namun, secara parsial masing-masing variabel tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Hal ini mengindikasikan bahwa keberadaan objek wisata serta akomodasi hotel berbintang dan non-berbintang tetap berkontribusi dalam meningkatkan jumlah wisatawan, tetapi pengaruhnya menjadi lebih kuat ketika dipertimbangkan secara bersama-sama. Penelitian ini menyimpulkan bahwa infrastruktur pariwisata memiliki peran penting dalam menarik wisatawan, namun perlu didukung oleh faktor lain seperti kualitas layanan, promosi, dan aksesibilitas untuk meningkatkan efektivitasnya.
Digital Village: Can it Promote Sustainable Rural Development in Indonesia? Ni Kadek Sinarwati; I Nengah Suarmanayasa; Salut Muhidin; Luh Gede Elvina Adi Saputri; Pardomuan Robinson Sihombing; Eka Utama Putra Ngurah
Jurnal Ilmiah Dinamika Sosial Vol 10 No 1 (2026)
Publisher : Universitas Pendidikan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38043/jids.v10i1.7654

Abstract

Sustainable development has been widely discussed since the establishment of the Sustainable Development Goals (SDGs). However, empirical evidence on rural sustainable development remains limited and inconclusive. This study addresses this gap by examining the role of digital villages in promoting sustainable rural development across Indonesia. The novelty of this research lies in its large-scale analysis covering villages nationwide rather than focusing on a single case study. This study employs a quantitative associative approach using secondary data collected through documentation methods. Data were obtained from the Ministry of Villages, Development of Disadvantaged Regions, and Transmigration, as well as the Central Statistics Agency. Digital village indicators include the proportion of villages with 4G internet access and cable telephone subscriptions, while sustainable rural development is measured using the Village Development Index (VDI), which integrates economic, social, and environmental dimensions. The results reveal that digital villages have a significant and positive effect on sustainable rural development. Economically, digitalization enhances the marketing of agricultural products and improves productivity. Socially, it contributes to more accurate and efficient data collection, particularly in identifying poverty levels. Environmentally, digital villages support ecological efficiency in agricultural practices. These findings highlight the strategic role of digital infrastructure in accelerating rural development and achieving sustainability goals in Indonesia.