Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PERENCANAAN PENJADWALAN INDUK PRODUKSI DAN ANALISIS SENSITIVITAS PADA PRODUK PUPUK NPK MENGGUNAKAN METODE ROUGH CUT CAPACITY PLANNING (RCCP) DAN SISTEM DINAMIS DI PT. PUPUK KUJANG CIKAMPEK Mohammad Wisnu Adjie Wisnu; Asep Hermawan; Dedy Setyo Oetomo
Journal Industrial Engineering and Management (JUST-ME) Vol. 7 No. 01 (2026): Journal Industrial Engineering and Management (JUST-ME)
Publisher : Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47398/just-me.v7i01.167

Abstract

Pupuk Kujang Cikampek menghadapi masalah overstock pada produk pupuk NPK yang disebabkan oleh ketidakseimbangan antara produksi dan penjualan. Penelitian ini bertujuan untuk menyusun jadwal induk produksi dan menganalisis kapasitas produksi menggunakan metode Rough Cut Capacity Planning (RCCP) di PT. Pupuk Kujang Cikampek. Data penjualan periode Januari 2023 hingga Desember 2024 digunakan sebagai basis peramalan dengan metode Time Series Decomposition Additive. Hasil peramalan diolah menjadi perencanaan produksi agregat level strategy, Master Production Schedule (MPS), dan diverifikasi melalui RCCP. Analisis sensitivitas menggunakan Causal Loop Diagram dan Stock Flow Diagram dengan software Vensim dilakukan untuk mengidentifikasi parameter kritis yang mempengaruhi kinerja sistem produksi. Metode peramalan Time Series Decomposition Additive menghasilkan akurasi MAPE 13% dengan total permintaan 2025 sebesar 177.137 ton dan total biaya perencanaan produksi sebesar Rp 43.894.709.676. Analisis RCCP menunjukkan jadwal induk produksi layak dilaksanakan dengan tingkat pemanfaatan kapasitas 61%. Analisis sensitivitas sistem dinamis mengidentifikasi 4 feedback loops dan menunjukkan bahwa permintaan memiliki dampak tertinggi (36,5%) terhadap total biaya dengan koefisien sensitivitas 1,825, diikuti biaya produksi (16,5%) dengan koefisien 0,825, biaya inventory (3,45%), dan safety stock (0,44%). Sistem memiliki fleksibilitas tinggi dengan kapasitas strategis, memberikan prioritas fokus manajemen pada akurasi peramalan dan optimalisasi biaya produksi untuk meminimalkan risiko overstock.