Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Partisipasi Anggota Kelompok Wanita Tani Melalui Pengolahan Daging Ayam Menjadi Produk Olahan Sosis (SAUSAGE) di Kecamatan Dramaga Kabupaten Bogor Maria Natalia; Kenedy Putra; Nurhayati Nurhayati
AGRINUS : Jurnal Agro Marin Nusantara Vol. 3 No. 1 (2026): AGRINUS: JURNAL AGRO MARIN NUSANTARA
Publisher : Yayasan Pengembangan Dan Pemberdayaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62180/z4zxrp56

Abstract

Ayam kampung afkir memiliki kandungan protein yang tinggi, namun pemanfaatannya masih kurang optimal karena tekstur daging yang relatif keras dan kurang diminati masyarakat. Salah satu upaya untuk meningkatkan nilai tambah produk adalah dengan mengolah daging ayam menjadi sosis. Kelompok Wanita Tani (KWT) memiliki peran penting dalam pengembangan usaha pengolahan hasil peternakan, sehingga partisipasi anggota menjadi faktor yang menentukan keberhasilan kegiatan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat partisipasi anggota KWT, faktor-faktor yang memengaruhinya, serta strategi peningkatan partisipasi dalam pengolahan daging ayam menjadi sosis di Kecamatan Dramaga Kabupaten Bogor. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan responden sebanyak 30 anggota KWT. Variabel yang diteliti meliputi karakteristik anggota (X1), kelembagaan pertanian (X2), dan penyuluhan pertanian (X3) terhadap partisipasi anggota KWT (Y). Analisis data dilakukan menggunakan regresi linier berganda. Selain itu, dilakukan kaji terap pembuatan sosis ayam dengan penambahan wortel yang diuji secara organoleptik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat partisipasi anggota KWT tergolong tinggi, yaitu sebesar 95%. Secara parsial, penyuluhan pertanian berpengaruh nyata terhadap partisipasi, sedangkan karakteristik anggota dan kelembagaan pertanian tidak berpengaruh signifikan. Secara simultan, ketiga variabel berpengaruh signifikan dengan nilai R² sebesar 0,546. Strategi peningkatan partisipasi dilakukan melalui optimalisasi peran penyuluh, peningkatan akses informasi, dan pelatihan pengolahan produk.