Perkembangan media sosial mendorong video pendek menjadi strategi komunikasi utama dalam praktik influencer marketing. Namun, penelitian terdahulu umumnya berfokus pada pengaruh influencer terhadap perilaku konsumen, sementara kajian mengenai strategi konten yang diterapkan kreator digital lokal masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi konten video pendek yang diterapkan oleh Suci Maria sebagai kreator digital di Labuan Bajo serta menjelaskan efektivitasnya dalam membangun audience engagement, personal branding, dan brand trust. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi terhadap konten TikTok, dan dokumentasi digital, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan SaldanĖa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi konten dilakukan melalui tiga tahapan, yaitu content planning, content creation, dan content distribution. Perencanaan konten didasarkan pada emotional relevance, sedangkan produksi menekankan first- person storytelling, integrasi promosi secara alami, serta penggunaan identitas lokal melalui logat Manggarai dan sapaan "Hai Lawa". Distribusi dilakukan melalui cross-posting, optimalisasi hashtag dan geotag lokal, serta penyesuaian waktu unggah. Strategi tersebut menghasilkan audience engagement yang tinggi, memperkuat personal branding sebagai kreator digital lokal yang autentik dan profesional, serta membangun brand trust yang mendorong kolaborasi dengan berbagai mitra. Penelitian ini menghasilkan Model Strategi Konten Video Pendek pada Local Influencer Marketing yang menempatkan local identity sebagai fondasi strategi konten. Temuan ini memperluas kajian influencer marketing dengan menunjukkan bahwa efektivitas kreator digital lokal ditentukan oleh kemampuan mengintegrasikan identitas lokal ke dalam strategi komunikasi digital.