Rancangan merupakan faktor penting dalam menentukan kebutuhan, persyaratan, dan syarat teknis untuk mencapai tujuan serta tatanan teknis suatu pekerjaan pertambangan. Dalam kegiatan penambangan terbuka, perancangan pit limit menjadi tahapan krusial yang perlu memperhatikan kondisi geoteknik maupun geometri lereng agar operasi penambangan dapat berjalan secara aman dan efisien. Ketidakstabilan lereng dapat menimbulkan risiko keselamatan sekaligus kerugian ekonomi yang signifikan, sehingga analisis faktor keamanan lereng menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari proses perancangan tambang. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan geometri lereng penambangan yang aman serta merancang pit limit penambangan berdasarkan jumlah cadangan yang tersedia. Metode analisis faktor keamanan lereng diterapkan untuk mengevaluasi kestabilan lereng pada berbagai kondisi geometri yang mungkin diterapkan di lapangan. Berdasarkan hasil analisis faktor keamanan lereng, diperoleh geometri jenjang yang aman dengan tinggi jenjang 6 meter, lebar jenjang 2 meter, serta kemiringan jenjang sebesar 60°. Parameter geometri ini selanjutnya digunakan sebagai acuan utama dalam perancangan pit. Desain pit limit kemudian disesuaikan dengan nilai cut-off grade perusahaan yang ditetapkan sebesar 1,2% guna memastikan bahwa material yang ditambang memenuhi batas ekonomis minimum. Berdasarkan estimasi cadangan, diperoleh total cadangan ore sebesar 480.235 ton. Dengan mempertimbangkan nilai mining recovery sebesar 90%, jumlah cadangan ore yang dapat tertambang berdasarkan pit limit yang dirancang adalah sebesar 432.211 ton. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan teknis dalam perencanaan penambangan yang lebih optimal dan berkelanjutan.