Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh latihan zig-zag run dan shuttle run terhadap peningkatan kelincahan gerakan shadow 6 titik pada atlet bulu tangkis ekstrakurikuler SMK N 1 Randudongkal. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan desain two-group pretest-posttest design. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 49 siswa ekstrakurikuler bulu tangkis, sedangkan sampel yang digunakan sebanyak 20 atlet laki-laki yang dibagi ke dalam dua kelompok perlakuan. Instrumen penelitian menggunakan tes footwork shadow 6 titik untuk mengukur tingkat kelincahan atlet sebelum dan sesudah perlakuan diberikan. Teknik analisis data dilakukan menggunakan bantuan program SPSS yang meliputi uji normalitas, uji homogenitas, uji paired sample t-test, dan independent sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua metode latihan memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan kelincahan gerakan shadow 6 titik, yang ditunjukkan dengan nilai signifikansi sebesar 0,001 < 0,050 pada masing-masing kelompok. Selain itu, hasil perbandingan nilai peningkatan rata-rata menunjukkan bahwa kelompok shuttle run memperoleh peningkatan lebih tinggi dibandingkan kelompok zig-zag run (2,50 > 1,50). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa latihan shuttle run lebih efektif dibandingkan latihan zig-zag run dalam meningkatkan kelincahan gerakan shadow 6 titik pada atlet bulu tangkis SMK N 1 Randudongkal.