Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS LIFE CYCLE COST PADA PEMELIHARAAN PROYEK PEMBANGUNAN SITE DEVELOPMENT SIRKUIT MARIDO DI KABUPATEN TABALONG Mardiyah Mardiyah; Hendra Cahyadi; Ruliana Febrianty
Jurnal Kacapuri : Jurnal keilmuan Teknik Sipil Vol 9, No 1 (2026): Vol 9, No 1 (2026): Vol 9, No 1 2026 JURNAL KACAPURI : JURNAL KEILMUAN TEKNIK SI
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jk.v9i1.24250

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola pemeliharaan yang diterapkan serta mengestimasi total biaya siklus hidup (Life Cycle Cost/LCC) pada Proyek Pembangunan Site Development Sirkuit Marido di Kabupaten Tabalong selama umur rencana 10 tahun. Fokus penelitian diarahkan pada perkerasan lentur lintasan sirkuit sepanjang Km 0+000 hingga Km 1+731 sebagai bagian utama infrastruktur yang memerlukan pengelolaan pemeliharaan berkelanjutan. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis. Data diperoleh melalui wawancara terstruktur dengan pengawas proyek, observasi lapangan, serta studi dokumentasi yang meliputi Rencana Anggaran Biaya (RAB), Analisis Harga Satuan Pekerjaan (AHSP), dan dokumen teknis proyek. Analisis dilakukan terhadap biaya konstruksi awal, biaya pemeliharaan rutin, biaya pemeliharaan berkala, serta pengaruh inflasi selama periode analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola pemeliharaan yang diterapkan terdiri atas pemeliharaan rutin dan pemeliharaan berkala yang direncanakan secara preventif selama umur layanan perkerasan. Biaya konstruksi awal (initial cost) sebesar Rp17.566.100.000,00, sedangkan total biaya pemeliharaan selama umur rencana mencapai Rp2.127.845.000,00. Setelah memperhitungkan inflasi rata-rata 2,86%, biaya pemeliharaan meningkat menjadi Rp2.639.626.000,00. Total biaya siklus hidup pada nilai sekarang sebesar Rp19.693.945.000,00 dan meningkat menjadi Rp20.205.726.000,00 setelah mempertimbangkan inflasi. Biaya pemeliharaan memberikan kontribusi sebesar 13,06% terhadap total biaya siklus hidup, sementara biaya konstruksi awal mencapai 86,94%. Dengan demikian, penerapan strategi pemeliharaan yang terencana dan preventif terbukti mampu menjaga kinerja perkerasan secara lebih efisien dan ekonomis sepanjang umur layanan infrastruktur.