Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH PENAMBAHAN KAWAT BENDRAT TERHADAP KUAT LENTUR BETON SEBAGAI BAHAN PERKERASAN KAKU (RIGID PAVEMENT) M. Saufi; Muhammad Gunawan Perdana; Abdurrahman Abdurrahman
Jurnal Kacapuri : Jurnal keilmuan Teknik Sipil Vol 9, No 1 (2026): Vol 9, No 1 (2026): Vol 9, No 1 2026 JURNAL KACAPURI : JURNAL KEILMUAN TEKNIK SI
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jk.v9i1.24778

Abstract

Perkerasan kaku (rigid pavement) memerlukan beton dengan kuat lentur yang tinggi agar mampu menahan beban lalu lintas dan mengurangi risiko terjadinya retak dini. Salah satu upaya untuk meningkatkan kuat lentur beton adalah dengan menambahkan serat kawat bendrat ke dalam campuran beton. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik agregat yang digunakan, menentukan nilai kuat lentur beton dengan penambahan kawat bendrat sepanjang 1 cm pada variasi 0%, 1%, 2%, 3%, 4%, dan 5%, serta menganalisis pengaruhnya terhadap kuat lentur beton sebagai bahan perkerasan kaku sesuai Spesifikasi Umum Bina Marga Tahun 2025 Divisi 5 Perkerasan Beton Semen. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental di Laboratorium Struktur dan Bahan Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin. Benda uji berupa balok beton berukuran 15 × 15 × 60 cm yang diuji pada umur 28 hari menggunakan metode dua titik pembebanan berdasarkan SNI 4431:2011. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beton normal memiliki kuat lentur rata-rata sebesar 3,78 MPa. Penambahan kawat bendrat meningkatkan kuat lentur beton menjadi 4,89 MPa, 4,93 MPa, 5,07 MPa, 5,56 MPa, dan 5,69 MPa masing-masing untuk variasi 1%, 2%, 3%, 4%, dan 5%. Nilai tertinggi diperoleh pada variasi 5% dengan peningkatan sebesar 50,53% dibandingkan beton normal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan kawat bendrat berpengaruh positif terhadap kuat lentur beton dan seluruh variasi 1%–5% telah memenuhi persyaratan kuat lentur minimum 4,5 MPa untuk perkerasan kaku.
PENGARUH PENAMBAHAN KAWAT BENDRAT TERHADAP KUAT LENTUR BETON SEBAGAI BAHAN PERKERASAN KAKU (RIGID PAVEMENT) M. Saufi; Muhammad Gunawan Perdana; Abdurrahman Abdurrahman
Jurnal Kacapuri : Jurnal Keilmuan Teknik Sipil Vol 9 No 1 (2026): Vol 9, No 1 (2026): Vol 9, No 1 2026 JURNAL KACAPURI : JURNAL KEILMUAN TEKNIK SIP
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jk.v9i1.24778

Abstract

Perkerasan kaku (rigid pavement) memerlukan beton dengan kuat lentur yang tinggi agar mampu menahan beban lalu lintas dan mengurangi risiko terjadinya retak dini. Salah satu upaya untuk meningkatkan kuat lentur beton adalah dengan menambahkan serat kawat bendrat ke dalam campuran beton. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik agregat yang digunakan, menentukan nilai kuat lentur beton dengan penambahan kawat bendrat sepanjang 1 cm pada variasi 0%, 1%, 2%, 3%, 4%, dan 5%, serta menganalisis pengaruhnya terhadap kuat lentur beton sebagai bahan perkerasan kaku sesuai Spesifikasi Umum Bina Marga Tahun 2025 Divisi 5 Perkerasan Beton Semen. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental di Laboratorium Struktur dan Bahan Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin. Benda uji berupa balok beton berukuran 15 × 15 × 60 cm yang diuji pada umur 28 hari menggunakan metode dua titik pembebanan berdasarkan SNI 4431:2011. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beton normal memiliki kuat lentur rata-rata sebesar 3,78 MPa. Penambahan kawat bendrat meningkatkan kuat lentur beton menjadi 4,89 MPa, 4,93 MPa, 5,07 MPa, 5,56 MPa, dan 5,69 MPa masing-masing untuk variasi 1%, 2%, 3%, 4%, dan 5%. Nilai tertinggi diperoleh pada variasi 5% dengan peningkatan sebesar 50,53% dibandingkan beton normal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan kawat bendrat berpengaruh positif terhadap kuat lentur beton dan seluruh variasi 1%–5% telah memenuhi persyaratan kuat lentur minimum 4,5 MPa untuk perkerasan kaku.