Khoirudin, Muhammad Nur
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

DETEKSI MOLEKULER JAMUR ASCOMYCOTA YANG BERASOSIASI DENGAN Treptoplatypus solidus PADA TANAMAN ALPUKAT YANG MENUNJUKKAN GEJALA DIEBACK MENGGUNAKAN PCR DAN VISUALISASI DNA BERBASIS MultiNA: MOLECULAR DETECTION OF ASCOMYCOTA FUNGI ASSOCIATED WITH Treptoplatypus solidus IN DIEBACK SYMPTOMATIC AVOCADO PLANTS USING PCR AND MultiNA-BASED DNA VISUALIZATION Khoirudin, Muhammad Nur; Hidayah, Nurul; Tarno, Hagus; Syib'li, Muhammad Akhid
Jurnal HPT (Hama Penyakit Tumbuhan) Vol. 14 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jurnalhpt.2026.014.2.3

Abstract

Fenomena dieback pada tanaman alpukat (Persea americana) sering berasosiasi dengan serangan kumbang ambrosia Treptoplatypus solidus, yang dapat membawa jamur asosiasi ke dalam jaringan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jamur patogen yang berasosiasi dengan kumbang ambrosia dan menilai efektivitas metode diagnosis molekuler berbasis PCR serta visualisasi DNA menggunakan MultiNA dalam deteksi dini penyakit. Sampel yang digunakan meliputi galeri yang terinfestasi jamur, kumbang ambrosia betina, dan frass yang diambil dari Kebun Arjuna 608, Malang. Ekstraksi DNA dilakukan menggunakan metode standar, kemudian dilanjutkan dengan amplifikasi menggunakan primer spesifik untuk jamur Ascomycota. Hasil penelitian menunjukkan bahwa amplifikasi DNA dari sampel menghasilkan fragmen yang konsisten, dengan konsentrasi DNA tertinggi ditemukan pada sampel kumbang ambrosia. Visualisasi DNA menggunakan MultiNA juga mengonfirmasi profil amplifikasi yang jelas dan konsisten. Gejala dieback pada tanaman alpukat meliputi kelayuan daun, perubahan warna pucuk, dan kematian cabang. Hasil ini mendukung peran kumbang ambrosia dalam penyebaran jamur patogen yang berpotensi memperparah kerusakan tanaman. Hasil penelitian ini juga membuktikan bahwa kedua set primer memiliki kemampuan yang berbeda dalam mengamplifikasi fragmen DNA target. Pengetahuan ini dapat mendukung deteksi dini DNA jamur patogen dan dapat digunakan dalam analisis lanjutan untuk memperkuat pengelolaan penyakit tanaman secara terpadu.