Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGARUH WORD OF MOUTH, BRAND AMBASSADOR DAN PERSEPSI HARGA TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN FACIAL WASH KAHF DI BIMA Dicki Setiadi; Intisari Haryanti; Nur Khusnul Hamidah
Jurnal PenKoMi : Kajian Pendidikan dan Ekonomi Vol 9 No 2 (2026): Jurnal Penkomi : Kajian Pendidikan dan Ekonomi
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/pk.v9i2.4520

Abstract

Penelitian ini diperlukan untuk mengetahui sejauh mana pengaruh word of mouth, brand ambassador, dan persepsi harga terhadap keputusan pembelian facial wash Kahf di Kota Bima. Metode penelitaian ini digunakan jenis penelitian asosiatif, penelitian ini menggunakan metode penelitian asosiatif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian adalah masyarakat di Kota Bima yang pernah menggunakan atau mengetahui produk Facial Wash Kahf, dengan jumlah sampel sebanyak 96 responden yang ditentukan menggunakan rumus Cochran. Data dikumpulkan melalui kuesioner berbasis skala likert dana dianalis menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan perangkat lunak SPSS 22. Bedasarkan hasil analisis menandakan bahwa Variabel Word of Mouth (X1) memiliki nilai t hitung sebesar 4,137 > t tabel 1,986 dan nilai signifikansi 0,000 < 0,05. Hal ini berarti Word of Mouth berpengaruh positif dan signifikan secara parsial terhadap Keputusan Pembelian Facial Wash Kahf di Bima. Hipotesis pertama (H1) diterima. Variabel Brand Ambassador (X2) memiliki nilai t hitung sebesar 3,089 > t tabel 1,986 dan nilai signifikansi 0,003 < 0,05. Hal ini berarti Brand Ambassador berpengaruh positif dan signifikan secara parsial terhadap Keputusan Pembelian Facial Wash Kahf di Bima. Hipotesis kedua (H2) diterima. Variabel Persepsi Harga (X3) memiliki nilai t hitung sebesar -2,167 > t tabel 1,986 dan nilai signifikansi 0,033 < 0,05. Hal ini berarti Persepsi Harga tidak berpengaruh signifikan secara parsial terhadap Keputusan Pembelian Facial Wash Kahf di Bima. Hipotesis ketiga (H3) ditolak.