Seventina Nurul Hidayah
Universitas Harkat Negeri

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Faktor Risiko Kejadian Anemia Pada Periode Nifas Okta Zenita Siti Fatimah; Seventina Nurul Hidayah; Rosa Susanti
WOMB Midwifery Journal Vol. 5 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPPM) STIKes Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/wombmidj.v5i1.838

Abstract

Latar Belakang: Anemia merupakan salah satu masalah kesehatan yang dapat terjadi pada ibu nifas dan dapat memengaruhi proses pemulihan setelah persalinan. Anemia pada masa nifas dapat disebabkan oleh kehilangan darah saat persalinan, kurangnya asupan nutrisi, serta kondisi kesehatan ibu selama kehamilan. Faktor yang diduga berhubungan dengan kejadian anemia pada ibu nifas meliputi usia, paritas, pendidikan, pekerjaan, status gizi, dan pengetahuan. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif analitik observasional dengan desain cross-sectional. Penelitian dilakukan di Klinik Pratama Rawat Inap Cici Lian Kranggan Tahun 2025 dengan jumlah responden sebanyak 85 ibu nifas. Variabel penelitian terdiri dari kejadian anemia (variabel terikat) serta umur, paritas, pendidikan, pekerjaan, status gizi (LiLA), dan pengetahuan (variabel bebas). Instrumen yang digunakan meliputi kuesioner untuk data pengetahuan dan sosiodemografi, lembar observasi rekam medis untuk umur dan paritas, serta pita LiLA untuk mengukur status gizi. Analisis data menggunakan Uji Chi-Square. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa umur ibu (p<0,002), pendidikan (p<0,028), paritas (p<0,034), pekerjaan (p<0,014), status gizi (p<0,004), dan pengetahuan (p<0,003) berhubungan dengan kejadian anemia pada ibu nifas. Kesimpulan: Karakteristik sosiodemografi, biologis, dan perilaku berhubungan dengan kejadian anemia ibu nifas. Direkomendasikan bagi pihak klinik untuk menerapkan program pemantauan terpadu yang mencakup skrining Hb berkala pada kunjungan nifas, konseling pemenuhan gizi KEK, edukasi KB pascapersalinan untuk pembatasan paritas, serta penyediaan media KIE (Komunikasi, Informasi, Edukasi) yang fleksibel bagi ibu nifas yang bekerja.