Puding yaitu pangan olahan yang disukai banyak orang karena teksturnya lembut dan berasa manis. Salah satu jenis puding yang digemari adalah puding susu. Namun, puding susu memiliki nilai gizi yang terbatas dan cenderung tinggi gula, sehingga kurang mendukung pola konsumsi sehat jika tidak dimodifikasi. Cara meningkatkan nilai gizi puding susu yaitu menambahkan bahan pangan fungsional seperti labu kuning dan menggunakan pemanis alternatif seperti gula semut. Tujuan penelitian ini, untuk mengetahui pengaruh penambahan labu kuning terhadap kualitas kimia dan organoleptik puding susu. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan menggunakan 1 faktor yaitu penambahan puree labu kuning dan terdiri dari 6 perlakuan seperti L1 = Penambahan labu kuning 0 g, L2 = Penambahan labu kuning 20 g, L3 = Penambahan labu kuning 40 g, L4 = Penambahan labu kuning 60 g, L5 = Penambahan labu kuning 80 g dan L6 = Penambahan labu kuning 100 g. Analisa yang dilakukan yaitu analisa kimia (seperti kadar air dan kadar abu) dan uji organoleptik (terdiri dari warna aroma, rasa dan tekstur) dengan uji hedonik. Pada penelitian ini dihasilkan perlakuan terbaik pada puding susu oleh perlakuan L4 (penambahan labu kuning 60 g), dimana dihasilkan kadar air 81,36%; kadar abu 0,26% dan nilai organoleptik warna 3,76; aroma 3,80 dan tekstur 3,70 dengan kriteria disukai oleh panelis. Untuk analisa kimia pada perlakuan terbaik dihasilkan kadar protein dan serat kasar yang lebih tinggi dari perlakuan kontrol berturut-turut yaitu 0,28% dan 3,64%. Kata Kunci: Labu kuning, Susu, Gula aren, Puding