Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Dynamics Psychology of Premarital Sexual Behavior Among Students: A Phenomenological Study Raisah Zettira Hermawan; Budi Sarasati; Yomima Viena Yuliana
Socrates: Journal of Education, Philosophy and Psychology Vol. 2 No. 2 (2025): Socrates: Journal of Education, Philosophy and Psychology
Publisher : Inovan Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63217/socrates.v2i2.280

Abstract

This study explores the psychological dynamics of premarital sexual behavior among female university students within romantic relationships, using a descriptive phenomenological approach. The research aims to understand how participants experience, interpret, and assign meaning to their involvement in premarital sexual behavior. Two female undergraduate students who had direct experiences with premarital sexual behavior participated in the study, supported by close informants to strengthen data credibility. Data were collected through semi-structured in-depth interviews, observation, and documentation, and analyzed using thematic analysis. The findings reveal that premarital sexual behavior emerged from complex interactions between emotional intimacy, trust in partners, curiosity, environmental normalization, and expectations of long-term commitment. Sexual involvement was interpreted as a form of expressing love, emotional validation, and an effort to maintain romantic relationships. However, an imbalance between high intimacy and passion with unstable commitment generated emotional vulnerability, particularly when participants’ expectations of reciprocity and seriousness were unmet. Feelings of confusion, insecurity, fear of abandonment, and self-doubt were prominent psychological consequences following sexual involvement. This study concludes that premarital sexual behavior among female students cannot be understood merely as risky behavior, but rather as a meaningful psychological experience shaped by emotional needs, relational contexts, and sociocultural influences. A contextual and holistic understanding is essential for developing more empathetic educational and psychological interventions related to sexuality among young adults.
Hubungan antara Work-Life Balance dengan Stres Kerja pada Pekerja Dini Iswari Amaliani; Budi Sarasati; Nurwahyuni Nasir
Orbit: Jurnal Ilmu Multidisiplin Nusantara Vol. 2 No. 4 (2026): Orbit: Jurnal Ilmu Multidisiplin Nusantara
Publisher : Inovan Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63217/orbit.v2i4.357

Abstract

Tingginya tuntutan pekerjaan, sistem kerja yang padat, serta keterbatasan waktu untuk kehidupan pribadi dapat memunculkan ketidakseimbangan antara kehidupan kerja dan kehidupan non kerja. Ketidakseimbangan tersebut berpotensi meningkatkan stres kerja, terutama pada pekerja yang berada dalam lingkungan kerja dengan tuntutan fisik dan psikologis yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara work life balance dan stres kerja pada pekerja. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Responden penelitian berjumlah 106 pekerja aktif yang memenuhi kriteria penelitian, yaitu memiliki masa kerja 4–6 tahun dan bekerja pada sektor industri lepas pantai. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner daring menggunakan Perceived Stress Scale dan Work Life Balance Scale. Analisis data dilakukan dengan uji korelasi Spearman’s Rho karena data tidak berdistribusi normal. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara work life balance dan stres kerja (r = -0,696; p < 0,001). Artinya, semakin tinggi work life balance yang dimiliki pekerja, semakin rendah tingkat stres kerja yang dialami. Sebaliknya, semakin rendah work life balance, semakin tinggi stres kerja. Hasil kategorisasi juga menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki work life balance rendah dan stres kerja tinggi. Temuan ini menegaskan pentingnya pengelolaan keseimbangan kerja dan kehidupan pribadi sebagai salah satu upaya untuk menurunkan risiko stres kerja pada pekerja lepas pantai.